Akan Hadiri Rapat PBB di New York, Visa Menlu Iran Ditolak AS

Akan Hadiri Rapat PBB di New York, Visa Menlu Iran Ditolak AS Kredit Foto: Reuters/Carlo Allegri

Amerika Serikat (AS) menolak visa Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif yang hendak menghadiri rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Kamis (9/1). Penolakan visa itu dilakukan di tengah ketegangan setelah AS membunuh komandan militer Iran Qassem Soleimani di Baghdad pada Jumat (3/1).

Sesuai "kesepakatan kantor pusat" PBB 1947, AS secara umum harus mengizinkan akses ke PBB untuk para diplomat asing. Namun, AS menyatakan dapat menolak visa demi alasan keamanan, terorisme, dan kebijakan luar negeri.

Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menolak berkomentar atas penolakan visa itu. Misi Iran di PBB menyatakan, "Kami telah melihat laporan media, tapi kami tidak menerima komunikasi resmi apapun dari AS atau PBB terkait visa Menlu Zarif."

Baca Juga: Usai Jenderal Soleimani Tewas, Agen AS: Rudal-Rudal Iran dalam Kondisi Siaga Tinggi

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menolak berkomentar tentang tindakan AS menolak visa untuk Zarif. Zarif ingin hadir dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Kamis (9/1) yang membahas tema tentang Piagam PBB. Pertemuan dan perjalanan Zarif itu telah direncanakan sebelum ketegangan meningkat antara Washington dan Teheran. Rapat Dewan Keamanan PBB itu akan memberi Zarif sorotan dunia untuk secara terbuka mengkritik AS dalam pembunuhan Soleimani.

Duta Besar (Dubes) Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi mengecam pembunuhan itu. "Pembunuhan Soleimani adalah contoh nyata terorisme Negara dan aksi kriminal, pelanggaran nyata prinsip fundamental hukum internasional, termasuk, secara khusus Piagam PBB," ungkap Ravanchi, dilansir Reuters.

Perjalanan Zarif sebelumnya ke New York berlangsung pada September untuk pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB, setelah AS menerapkan sanksi padanya karena menerapkan agenda Pemimpin Tertinggi Iran.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini