Menlu Rusia Tuduh Barat Terus Kobarkan Ketegangan di Timur Tengah

Menlu Rusia Tuduh Barat Terus Kobarkan Ketegangan di Timur Tengah Kredit Foto: Reuters

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menuturkan, Moskow prihatin dengan meningkatnya ketegangan di Teluk Persia. Rusia, papar Lavrov, melihat adanya upaya untuk terus mengobarkan ketegangan di kawasan tersebut.

Berbicara pasca melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif, Lavrov menuturkan, Rusia dan Iran menentang upaya, yang menurutnya dilakukan oleh Barat, untuk terus mengobarkan ketegangan di kawasan.

“Kami melihat beberapa rekan kami di Barat secara artifisial mencoba mengobarkan situasi. Rusia dan Iran menentang upaya tersebut dengan proposal untuk membangun kerja sama yang setara dan saling menguntungkan di kawasan penting ini," kata Lavrov, seperti dilansir Sputnik pada Senin (30/12/2019).

Baca Juga: Putin: AS-Rusia Punya Tanggung Jawab Jaga Stabilitas Keamanan dan Dunia

Pernyataan itu muncul setelah Pentagon mengatakan bahwa militer Amerika Serikat (AS) melakukan serentetan serangan yang menargetkan lima fasilitas Kata'ib Hezbollah di Suriah dan Irak. Terkait serangan itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyatakan bahwa AS tidak memberi tahu Rusia tentang serangan terhadap fasilitas Hizbullah, termasuk yang di Suriah.

Sementara itu, Teheran menganggap serangan AS di Suriah dan Irak sebagai tindakan terorisme. Iran kemudian menuntut Washington untuk segera meninggalkan wilayah tersebut.

"Agresi militer AS terhadap Irak dan pasukan Irak adalah bukti langsung terorisme AS, (Teheran) mengutuknya," kata juru bicara kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini