Kejar Target Kunjungan Wisnus, Kemenpar Gelar B2B Candi Borobudur

Kejar Target Kunjungan Wisnus, Kemenpar Gelar B2B Candi Borobudur Kredit Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tahun ini menargetkan sebanyak 4,3 juta wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (Jateng). Sementara untuk tahun depan akan menargetkan sekitar 5 juta wisnus.

Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani mengungkapkan di tahun lalu, jumlah wisnus pengunjung candi yang dibangun pada abad ke-8 itu mencapai 3,8 juta orang.

Menurutnya wisata ini (Borobudur)  sebagai salah satu destinasi prioritas pariwisata memiliki kekuatan daya tarik yang berbasis pada potensi heritage dan sudah diakui UNESCO sebagai World Cultural Heritage.

Ia menambahkan, untuk mencapai target jumlah Wisnus ini pihaknya menggandeng beberapa agen travel pariwisata untuk mempromosikan  pada masyarakat lokal maupun manca negara yakni menggelar ‘Misi Penjualan Destinasi Prioritas Borobudur’ di Surabaya

“Tujuan kegiatan ini agar terjalin kontrak bisnis antara industri pariwisata dari Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan industri pariwisata dari Surabaya,” terang Adnyani di Surabaya, Kamis (4/10/2018).

Ia mengakui, perhelatan ‘Misi Penjualan Destinasi Prioritas Borobudur’ oleh Kemenpar di kota Surabaya merupakan bidikan utama mengingat Kota Surabaya merupakan kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta. Apalagi sambungya, masyarakat Jatim yang berkunjung wisata Borobudur cukup tinggi dibandingkan di daerah lainnya.

“Disini hampir 50 Buyers yang mengikuti ajang transaksi bisnis wisata. Semantara Sellers ada 10 industri pariwisata dari Yogyakarta dan Jateng yang terdiri dari travel agent, tour operator, hotel, resort, homestay, dan desa wisata yang memiliki paket wisata,” sambungnya.

Sementara untuk target transaksi dalam ‘Misi Penjualan Destinasi Prioritas Borobudur’ dipastikan akan meningkat yang pernah dilakukan di Jakarta beberapa bulan lalu yang meraih angka sekitar Rp2 Miliar.

“Untuk Kota Surabaya diharapkan mampu meraih angka di atas Rp2 Miliar mengingat antusias masyarakat  Jatim yang berkunjung Borobudur cukup tinggi,” bebernya.

Sementara Marketing Manager Dinas Pariwisata Jatim, Susariningsih menyebutkan, kunjung wisata jatim dari Wisman  saat ini mampu mencapai 690 juta. Sementara pergerakan Wisnu  ke Jatim mencapai 65 juta. Dari angka 65 juta itu 80 % dari pergerakan dari kabupaten/kota da selebihnya pergerakan dari luar dari Jatim.

“Harapan kami dengan adanya ‘Misi Penjualan Destinasi Prioritas Borobudur’ pelaku industri wisata jatim mampu bersinergi dengan pelaku industri wisata Jateng untuk bisa menarik kunjungan Wisman yang telah ditargetkan oleh pemerintah sebesar 27 juta. Semantara jatim telah menargetkan 1 juta kunjungan wisman nantinya,” kata Susariningsih.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini