Manajemen Green Pramuka Berikan Jaminan Para Investor

Manajemen Green Pramuka Berikan Jaminan Para Investor Kredit Foto: Green Pramuka City

Manajemen Green Pramuka City menyatakan bahwa pihaknya memberikan penawaran jaminan sewa (rental guarantee) dan jaminan pembelian unit (buy-back guarantee) kepada para investor. 

Director Green Pramuka City Jeffry Yamin mengungkapkan jika skema jaminan sewa berupa jaminan dari pihak Green Pramuka City untuk menyewakan unit yang telah dibeli dengan durasi antara satu hingga lima tahun. 

"Menariknya uang sewa tersebut dibayarkan di awal oleh pengembang sehingga dapat menjadi nilai pengurang harga beli unit apartemen," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Dengan disewakan melalui pengembang, lanjut Jeffry, pemilik unit tak perlu repot menghitung tarif sewa maupun biaya pemeliharaan unit. Alhasil, investor audah memperoleh yield atau keuntungan setiap bulannya secara maksimal.

Sementara skema jaminan pembelian unit yakni perjanjian yang ditawarkan oleh Green Pramuka City bagi pembeli unit yang memiliki target untuk tinggal atau memiliki unit apartemen minimal 10 tahun.

"Kita tidak bisa memungkiri tetap ada pemilik unit yang bercita-cita suatu hari tinggal di landed house. Nah, dengan jaminan buyback, pengembang memastikan akan membeli unit yang telah berusia 10 tahun tersebut dengan nilai di awal pembelian. Apa pemilik unit rugi? Ya tidaklah. Kan dia telah menempati unit tersebut. Selain itu, dia tidak repot mencari pembeli," tuturnya.

Jeffry menambahkan kedua skema yang ditawarkan dapat disatukan sehingga semakin menguntungkan. Misalnya, membeli unit untuk kemudian disewakan selama lima tahun, kemudian ditempati selama lima tahun berikutnya yang kemudian setelah tahun ke-10 telah mendapat jaminan pembelian.

Dengan skema tersebut, Green Pramuka City optimistis investor yang selama ini dipusingkan oleh rumitnya beragam perijinan hingga tukang akan mendapatkan jalankeluar yang lebih pasti dan terjamin.      

Pasalnya, ada dua hal yang selalu harus dipikirkan ketika memutuskan berinvestasi properti, yaitu nilai jual kembali (capital gain) dan nilai sewa. Ketika dua hal tersebut telah dijamin oleh pengembang tentu menjadihal yang menarik.

Nilai jual kembali dan nilai sewa apartemen secara mudah dipastikan stabil mengingat masih minimnya ketersediaan apartemen baru di Jakarta. Riset yang dilakukan Colliers International Indonesia dan Jones Lang LaSalle (JLL) pada 2017 menunjukkan hal senada.

Dari segi suplai secara keseluruhan, baik dari penjualan dan fluktuasi harga, pasar apartemen di Jakarta dan sekitarnya secara umum masih datar selain itu ketersediaan apartemen baru terhitung lambat sehingga harga apartemen cenderung stabil.

Selain itu, terdapat faktor penting pada pasar apartemen adalah lokasi strategis, fasilitas yang lengkap, aksesibilitas yang mudah dan terjangkau sehingga menjadi pilihan hunian yang tepat bagi kelas menengah Jakarta.

Jeffry menuturkan jika terdapat dua jenis investor properti jenis apartemen yaitu yang mencari penghasilan melalui sewa ataupun penjualan kembali unit yang telah dibeli.

"Namun, ada jenis investor yang memilih untuk memiliki apartemen dan tidak mau terburu-buru menjual asetnya. Biasanya, mereka memilih untuk menyewakannya lebih dahulu. Mereka berharap ada keuntungan berkala sebagai hasil dari penyewaan apartemen," pungkasnya.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini