BII Finance Optimis Tahun Depan Pembiayaan Capai Rp 9,8 Triliun

WE Online, Jakarta - Perusahaan Pembiayaan PT BII Finance Center (BII Finance) menargetkan pada tahun depan total pembiayaan perseroan akan dapat mencapai Rp 9,8 triliun. Artinya, pembiayaan perseroan meningkat sebesar 22,5 persen dibandingkan dengan prediksi pembiayaan hingga akhir tahun ini yang sebesar Rp 8 triliun.

"Target tahun depan Rp 9,8 triliun. Kami prediksi bisa membiayai sebanyak 60 ribu unit pembiayaan," ucap Presiden Direktur BII Finance Alexander saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Ia menceritakan bahwa pada tahun 2014 pangsa pasar BII Finance baru sekitar tujuh persen. Pada tahun ini pangsa pasar akan ditingkatkan ke angka delapan persen, meski keadaan ekonomi nasional sedang mengalami perlambatan. Bahkan, Alex juga percaya bahwa pada tahun 2016 mendatang pangsa pasar perseroan masih akan tumbuh.

"Penjualan mobil itu satu juta unit per tahun. Tahun lalu pangsa pasar kita tujuh persen lebih. Tahun ini kami rasa berhasil tingkatkan menjadi di atas delapan persen. Kami optimis tahun depan pangsa pasar kami bisa tumbuh untuk dukung ekspansi," ujarnya.

Untuk merealisasikan targetnya, BII Finance menerbitkan obligasi melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan I BII Finance. Obligasi ini akan terdiri dari beberapa tahap dalam kurun waktu dua tahun.

Kupon untuk obligasi berkelanjutan I BII Finance tahap I tahun 2015 ini sebesar 9,65-10,35 persen untuk tenor tiga tahun. Sedangkan, untuk tenor lima tahun ditawarkan dengan bunga 10,35-11,05 persen. Bunga obligasi dibayarkan perusahaan setiap triwulanan.

Masa penawaran obligasi pun telah mulai dilakukan hari ini dan berakhir pada 21 Oktober 2015 mendatang. Obligasi berkelanjutan I BII Finance tahap I tahun 2015 ini sebesar Rp 500 miliar dan merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan I BII Finance sebanyak-banyaknya sebesar Rp 5 triliun.

Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja kegiatan usaha pembiayaan. Obligasi yang ditawarkan memiliki jaminan sekurang-kurangnya sebesar 50 persen dari pokok obligasi.

"Tujuan obligasi ini untuk mendukung modal kerja kami di mana kami punya target untuk ekspansi bisnis. Kami tetap fokus ke bisnis pembiayaan mobil baru. Jadi ekspansinya akan untuk pembiayaan mobil baru," terangnya.

Ia mengungkapkan pengalaman dan track record perseroan dan manajemen operasi yang baik, proyeksi arus kas yang kuat dan profil pembiayaan yang baik, membuat BII Finance mendapatkan peringkat obligasi yang baik, yaitu peringkat AA+ (idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia.

Sekedar informasi, BII Finance per Juni 2015 membukukan pendapatan dari pembiayaan konsumen sebesar Rp 406,31 miliar atau naik 19,48 persen dari posisi pendapatan pembiayaan konsumen pada periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp 340,079 miliar.

Peningkatan pendapatan pembiayaan konsumen ini sejalan dengan peningkatan frekuensi pembayaran konsumen sepanjang periode enam bulan tahun 2015 dan peningkatan pendapatan bunga dari hasil pembiayaan konsumen. Kinerja pembiayaan konsumen perseroan terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini