Utusan AS Temui Para Petinggi Taliban di Qatar, Apa Pembahasan Utamanya?

Utusan AS Temui Para Petinggi Taliban di Qatar, Apa Pembahasan Utamanya? Kredit Foto: Reuters/Parwiz

Utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad dilaporkan bertemu dengan pemimpin Taliban di Qatar. Pertemuan ini terjadi di tengah upaya untuk menghidupkan kembali proses perdamaian yang dihadapkan dengan kekerasan yang meningkat dan tenggat waktu penarikan pasukan AS.

Juru bicara Taliban, Muhamad Naeem dalam sebuah pernyataan di akun Twittternya menuturkan, Khalilzad dan jenderal AS di Afghanistan bertemu dengan tim perunding di Doha, termasuk Mullah Abdul Ghani Baradar.

Baca Juga: Hamburkan Uang buat Konflik, AS Kuras Miliaran Dolar dalam Afghanistan

“Kedua belah pihak menyatakan komitmen mereka terhadap perjanjian Doha dan membahas implementasi penuhnya. Demikian pula, situasi Afghanistan saat ini dan kecepatan serta efektivitas negosiasi Intra-Afghanistan dibahas,” ucap Naeem, seperti dilansir Arab News pada Minggu (7/3/2021).

Sebelum melakukan pertemuan dengan Taliban di Doha, Khalilzad terlebih dahulu mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Afghanistan di Kabul, termasuk Presiden Ashraf Ghani.

Dia juga bertemu dengan Abdullah Abdullah, yang merupakan ketua Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan yang mengawasi pembicaraan pemerintah dengan Taliban di Qatar.

Kelanjutan pembicaraan damai antara pemerintahan baru AS di bawah pimpinan Joe Biden dengan Taliban sendiri masih belum jelas. Ini dipicu oleh pengumuman Gedung Putih bahwa mereka akan meninjau ulang kesepakatan yang telah dicapai dengan Taliban.

Berdasarkan kesepakatan itu, AS akan menarik diri dari Afghanistan pada Mei. Tetapi, gelombang pertempuran telah memicu kekhawatiran bahwa keluarnya dengan cepat dapat menimbulkan kekacauan yang lebih besar karena pembicaraan damai antara pemerintah Kabul dan Taliban terus menemui jalan buntu.

Kesepakatan tersebut juga menyatakan bahwa AS akan menarik semua pasukan dari Afghanistan, dengan Taliban berjanji untuk tidak mengizinkan wilayah tersebut digunakan oleh teroris, tujuan awal invasi AS setelah serangan 11 September 2001.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini