Melihat Peluang Tokoh Tua di Pilpres 2024

Melihat Peluang Tokoh Tua di Pilpres 2024 Kredit Foto: Instagram/Jusuf Kalla

Beragam tokoh belakangan ini diisukan berpotensi maju di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Beberapa di antaranya merupakan politikus gaek seperti Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla (JK), Ma'ruf Amin, dan Amien Rais.

Adapun Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pernah menjabat Presiden RI kelima. Sedangkan JK yang merupakan Politikus Senior Partai Golkar ini pernah dua periode menjabat wakil presiden (Wapres). 

Baca Juga: PKS- Nasdem Kemungkinan Jagokan Anies Baswedan di Pilpres 2024

Pada periode 2004-2009, JK menjabat Wapres mendampingi Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Periode kedua, 2014-2019, JK menjabat Wapres mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sementara itu, Ma'ruf Amin yang kini menjabat Wapres pernah menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kemudian, Amien Rais yang merupakan Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) sedang membangun sebuah partai baru bernama Partai Ummat. Amien Rais pernah menjabat Ketua MPR RI. Lalu, bagaimana peluang mereka di Pilpres 2024?

"Munculnya tokoh tua dalam bursa Pilpres 2024 sejatinya sah-sah saja. Hanya dari sisi regenerasi kepemimpinan bisa kita sebut terjadi kemandekan regenerasi," ujar Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Sabtu (6/3/2021).

Arif melanjutkan munculnya tokoh-tokoh tua dalam bursa pilpres juga menjadi pelecut para tokoh muda untuk meningkatkan kiprahnya. "Tokoh tua selain empat nama tersebut nampaknya belum muncul yang layak maju Pilpres," katanya.

Dia pun melihat peluang tokoh tua menuju 2024 mendatang nampaknya semakin kecil. "Karena banyak tokoh muda yang memiliki elektabilitas tinggi selain memiliki kelincahan politik dan bersosialisasi seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Erick Thohir, Ridwan Kamil, Puan Maharani dan lain-lain," pungkasnya. 

Sebelumnya, Direktur Center for Indonesia Reform (CIR), Hidayaturrahman mendorong partai politik peserta pemilu untuk memajukan tokoh muda sebagai calon presiden dan wakil presiden yang akan berkontestasi. Hal tersebut dianggap perlu dilakukan partai jika ingin menarik simpati pemilih muda yang jumlahnya terus bertambah.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini