Laba Bersih Melesat 45%, Mandiri Sekuritas Cetak Rekor di Tengah Pandemi

Laba Bersih Melesat 45%, Mandiri Sekuritas Cetak Rekor di Tengah Pandemi Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT Mandiri Sekuritas (Mandiri Sekuritas/Perusahaan) mencatatkan pendapatan usaha dan laba bersih yang sangat kuat di masa pandemi tahun 2020, tertinggi sepanjang perusahaan beroperasi selama lebih dari 20 tahun.

Pendapatan usaha pada 2020 tercatat sebesar Rp794 miliar, meningkat 21% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019. Sementara laba bersih pada 2020 tercatat Rp135,4 miliar, meningkat 45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silva Halim mengatakan, pada tahun 2020, Mandiri Sekuritas berfokus pada tiga hal, yaitu, melanjutkan inovasi bisnis untuk pertumbuhan berkelanjutan, menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dengan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, serta mengelola operasional secara efisien dengan hasil maksimal.

"Ketiga fokus tersebut membuahkan hasil yang membanggakan di mana Mandiri Sekuritas mampu meraih pendapatan dan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah 20 tahun perusahaan beroperasi,” ujar Silva di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga: Cari Investor Inspiratif, Mandiri Sekuritas Kembali Gelar MOST Awards 2021

Lebih lanjut, katanya, kinerja solid Mandiri Sekuritas didorong oleh bisnis global bond melalui perusahaan anak Mandiri Securities Pte. Ltd (Mandiri Securities Singapore) dan bisnis retail yang pesat.

Anak perusahaan yang diresmikan pada tahun 2017 tersebut menguasai pangsa pasar global bond sebesar 10% dan nilai porsi penjaminan USD2,3 miliar atau senilai Rp33,4 triliun di tahun 2020.

Mandiri Securities Singapore sukses menyelesaikan 16 penerbitan global bond, antara lain, Pemerintah Republik Indonesia, Pertamina, PLN, Medco, BSD, dan Indika Energy.

“Mandiri Sekuritas semakin dipercaya sebagai mitra bagi pemerintah maupun korporasi untuk menghadirkan solusi pendanaan yang inovatif sesuai dengan kebutuhan, baik di pasar modal Indonesia maupun pasar modal internasional. Saat ini, kami menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang memiliki lisensi dan kapabilitas untuk melakukan bisnis di pasar modal internasional melalui Mandiri Securities Singapore,” kata Silva.

Kepercayaan dan reputasi Mandiri Sekuritas di industri pasar modal semakin kuat dengan menjaga kepemimpinannya di bisnis investment banking dalam negeri. Perusahaan mendominasi pasar penjaminan emisi obligasi dengan market share 15,3% dan porsi penjaminan senilai Rp10,7 triliun.

Penerbitan obligasi tetap semarak di mana perusahaan sukses menyelesaikan 47 mandat, antara lain, Chandra Asri, Medco, Wijaya Karya, MTF, Sampoerna Agro, PNM, dan lain-lain.

Selain dukungan bisnis investment banking internasional, pertumbuhan Mandiri Sekuritas di tahun 2020 juga didukung oleh bisnis Retail yang meningkat pesat di masa pandemi yang disebabkan karena perubahan gaya hidup yang kurang mobilitas serta meningkatnya pemenuhan kebutuhan melalui teknologi digital termasuk investasi.

Pada tahun 2020, Mandiri Sekuritas mencatatkan pertumbuhan nasabah retail yang signifikan sekitar 75% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan jumlah nasabah juga berdampak pada aktivitas transaksi, di mana rata-rata transaksi harian nasabah Retail meningkat hingga 130% yoy.

“Partisipasi nasabah Retail dan klien institusi turut mendorong transaksi di Mandiri Sekuritas dengan total nilai transaksi saham sebesar Rp357,4 triliun atau meningkat 6,8% yoy. Nilai transaksi tersebut menjadikan Mandiri Sekuritas sebagai sekuritas lokal yang menguasai 8% pangsa pasar di Bursa Efek Indonesia,” ucap Silva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini