KKP Mau Revitalisasi 25 Kampung Nelayan Tahun Ini

KKP Mau Revitalisasi 25 Kampung Nelayan Tahun Ini Kredit Foto: Antara/Oky Lukmansyah

Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pengembangan 25 lokasi kampung nelayan di Indonesia yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan akan dilaksanakan melalui program padat karya.

Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Muhammad Zaini mengatakan pengembangan perkampungan nelayan menjadi salah satu terobosan dan program kerja KKP tahun ini. Upaya ini dilakukan untuk mengubah kampung nelayan dari kesan miskin, kumuh dan kotor menjadi lebih maju.

Baca Juga: Dorong Ekspor dan Program Unggulan, KKP Perkuat Pembinaan Terhadap Pelaku Usaha Perikanan

Untuk mendukung dan mengoptimalkan program tersebut, KKP akan menggandeng kementerian dan lembaga terkait untuk bersinergi. “Kami juga melibatkan swasta dan BUMN untuk fasilitasi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR), perguruan tinggi melalui program KKN, lembaga permodalan serta organisasi kemasyarakatan untuk berkontribusi," jelasnya pada akhir pekan lalu.

Ia mengatakan bahwa setiap tahunnya, jumlah perkampungan nelayan di wilayah pesisir laut bertambah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018, jumlah desa pesisir di Indonesia tersebar di 12.857 lokasi. Bila dibandingkan dengan total desa di Indonesia, desa pesisir mencapai 15,32% dari total desa yang ada.

Untuk itu lanjut dia tujuan utama program kampung nelayan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya nelayan. Langkahnya berupa bantuan sarana prasarana penataan kampung nelayan dengan memperbaiki fasilitas umum, penyediaan air bersih, pengolahan sampah dan pembenahan saluran air.

"Tidak hanya fisiknya saja, para nelayan juga kita libatkan langsung serta diberikan edukasi baik spiritual maupun kultur nelayan yang baik dan maju. Kita juga akan siapkan dukungan pendanaan dan pemberdayaan nelayan dengan memberikan pendampingan serta pelatihan untuk nelayan dan keluarganya," imbuhnya.

Lebih lanjut Zaini menjelaskan saat ini KKP tengah menyempurnakan petunjuk teknis pelaksanaan program kampung nelayan. Pihaknya menargetkan bulan depan dapat dilakukan sosialisasi dan penerimaan dokumen proposal dari lokasi target kegiatan serta penetapan lokasi dan persiapan pelaksanaannya di bulan April.

“Bulan Mei harus sudah jalan, sehingga tidak sampai akhir tahun program dapat selesai agar dapat kita lakukan monitoring evaluasi. Semoga secara bertahap dapat terus dilakukan di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini