Dirongrong KLB, Kekuatan 'Cikeas' SBY-AHY Perlu Ambil Pilihan Pahit Ini

Dirongrong KLB, Kekuatan 'Cikeas' SBY-AHY Perlu Ambil Pilihan Pahit Ini Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Desakan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat oleh sejumlah mantan kader dan petinggi partai terus makin menggema. Mereka mengklaim bahwa KLB tinggal menunggu pelaksanaan saja.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami partai berlambang bintang mercy tersebut. Di saat partai politik perlu menyiapkan strategi politik jelang pemilu 2024, Demokrat justru dirundung konflik internal.

Baca Juga: Moeldoko Tetap Diidolakan, Kubu KLB Demokrat Juga Masukkan Ibas Lawan AHY

"Jika perpecahan terjadi, tentu Demokrat akan mengalami masa sulit. Selain berkurangnya kekuatan konsolidatif, juga berimbas pada penggembosan suara di Pemilu 2024," ujarnya saat dihubungi, Rabu (3/3/2021).

Dedi mengaku tidak yakin bahwa KLB yang digelar secara prematur, tanpa restu Majelis Tinggi Partai, akan berhasil. Paling jauh, menurutnya, dampak dari isu KLB ini berisiko melahirkan partai baru.

"Jika itu terjadi, Demokrat yang di dalamnya ada SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang tetap akan dominan," kata alumnus Universitas Telkom Bandung ini.

Menurut Dedi, dalam situasi yang tidak biasa, Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) perlu melakukan dua langkah pilihan. Keduanya mungkin saja dianggap pahit karena menyangkut eksistensi 'Cikeas' yang terganggu.

"Pertama, dibukanya ruang dialog untuk mengakomodasi berbagai kepentingan. Kedua, Demokrat tetap konsisten dengan terus lakukan perlawanan kepada kelompok KLB," tandasnya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini