Laporan Intelijen Direvisi, Tiga Nama Dihapus dari Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Laporan Intelijen Direvisi, Tiga Nama Dihapus dari Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi Kredit Foto: Reuters/Saudi Royal Court/Bandar Algaloud

Tiga nama telah dihapus dari laporan intelijen Amerika Serikat (AS) yang menuduh putra mahkota Arab Saudi terlibat dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Awalnya diterbitkan pada Jumat (26/2/2021), laporan itu diturunkan dan diganti dengan versi baru oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) pada Senin (1/3/2021).

Baca Juga: Tunangan Jamal Khashoggi Minta Putra Anak Raja Salman Dihukum

"Kami meletakkan dokumen yang direvisi di situs kami karena dokumen asli secara keliru memuat tiga nama yang seharusnya tidak dimasukkan," kata juru bicara ODNI kepada CNN.

Nama-nama dalam laporan itu berada di bawah daftar "individu yang berpartisipasi, diperintahkan, atau terlibat atau bertanggung jawab atas kematian Jamal Khashoggi." Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, menyambut baik laporan intelijen AS itu tetapi menuntut hukuman untuk putra mahkota Saudi bin Salman pada Senin.

"Sangat penting menentukan Putra Mahkota, yang memerintahkan pembunuhan brutal terhadap orang yang tidak bersalah dan tidak bersalah, harus dihukum tanpa penundaan," kata Hatice Cengiz dalam sebuah posting di Twitter.

"Ini tidak hanya akan membawa keadilan yang kami cari untuk Jamal, tapi juga bisa mencegah tindakan serupa terulang di masa depan," tambah dia.

AS pada Jumat meluncurkan kebijakan pembatasan visa baru untuk menghukum pemerintah yang bekerja untuk membungkam para oposisi di luar negeri. Ini termasuk 76 individu Saudi yang menurut AS telah berusaha mengancam para oposisi di luar negeri, termasuk mereka yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

Khashoggi dibunuh secara brutal dan kemungkinan besar dipotong-potong di dalam konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018, dan sementara pejabat Saudi awalnya menyangkal peran apa pun dalam kematiannya, mereka kemudian berusaha menyalahkan operasi brutal yang gagal.

Mantan Presiden AS Donald Trump secara konsisten berusaha melindungi pemimpin Saudi dari dampak di tengah protes yang meluas dengan memblokir rilis laporan CIA. Meski sudah merilis laporan itu, pemerintahan Biden mengatakan hubungan dengan Arab Saudi akan terus berlanjut tanpa gangguan.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini