Laba Bersih Elnusa Tergerus Efek Pandemi Covid-19

Laba Bersih Elnusa Tergerus Efek Pandemi Covid-19 Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Perusahaan nasional penyedia jasa energi, PT Elnusa Tbk (Elnusa) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar Rp249 miliar pada 2020 atau turun dibanding pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp356 miliar.

Penurunan juga terjadi pada pendapatan usaha konsolidasi yang turun menjadi Rp7,7 triliun dibanding pada periode yang sama tahun lalu  sebesar Rp8,4 triliun.

Baca Juga: Elnusa dan Schlumberger Lanjutkan Kerja Sama Jasa Hulu Migas

Direktur Keuangan Elnusa, Hery Setiawan mengungkapkan penurunan nilai penerimaan terjadi karena tiga faktor yaitu pandemi covid-19, fluktuasi harga minyak dunia dan pelemahan kurs rupiah.

“Keberhasilan melewati tahun 2020 dengan capain yang positif bukanlah hal yang mudah, ini merupakan prestasi yang patut disyukuri dan dibanggakan,” kata Hery di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Hery menjelaskan salah satu langkah yang diterapkan adalah melalui optimalisasi strategi diversifikasi portofolio yang dimiliki. “Keberagaman portofolio jasa yang dimiliki Elnusa mampu saling menopang satu sama lain dalam mendukung capaian konsolidasi 2020 ini,” tambahnya.

Pada jasa hulu migas, misalnya segmen ini terbukti masih mampu menjaga kinerjanya berbekal total solution services yang dimiliki. Beberapa proyek berhasil diselesaikan tanpa kendala berarti dan sebagian masih akan berlanjut hingga awal tahun 2021 yaitu survei seismik 3D Jambi Merang, Survei Seismic 3D Tuban dan juga Survei Seismic 3D Batuk Utak.

Peningkatan produktivitas Hydraulic Workover Unit (HWU) dan Electric Wireline Logging (EWL) di pada blok-blok migas nasional.

Sementara itu pada segmen Distribusi & Logistik Energi, jasa transportasi BBM dan trading BBM inmar mengalami sedikit tekanan. Namun disisi lain, unit bisnis Pengelolaan Depo serta Perdagangan Chemical mampu tumbuh dengan baik karena adanya penambahan pengelolaan Depo baru serta peningkatan penjualan Chemical dalam rangka memenuhi kebutuhan aktivitas pengeboran minyak.

“Jasa penunjang tetap menunjukkan kinerja terbaiknya dalam jasa pendukung marine, fabrikasi peralatan migas serta warehousing dokumen storage yang berhasil tumbuh sangat signifikan,” pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini