Sektor Properti Kembali Bangkit, Telaga Kahuripan Kembali Tata Ulang Kawasan Menggandeng Urban+

Sektor Properti Kembali Bangkit, Telaga Kahuripan Kembali Tata Ulang Kawasan Menggandeng Urban+ Kredit Foto: Ist

PT Kuripan Raya pengembang Telaga Kahuripan akan menata ulang kawasan perumahan seluas 750-an hektare ini memang sempat booming pada tahun 1996/1997 silam. Hal ini sejalan dengan rencana pembangunan infrastruktur ke kawasan tersebut yang tak lama lagi akan direalisasikan.

Saat ini akses menuju Telaga Kahuripan yang berlokasi di Selatan Jakarta bisa ditempuh dari Tol Simatupang melalui pintu Tol Depok – Antasari (Desari)dan exit di pintu tol Sawangan. Diperkirakan tahun depan, exit tol Bojonggede akan menjadi alternatif baru menuju Telaga Kahuripan sekaligus potensi investasi yang menjanjikan.

“Tol Desari yang akan tembus sampai ke Bojonggede akan bersilangan dengan Jalan Tegar Beriman II. Nah, Jalan Tegar Beriman tersebut akan menjadi bagian dari jalan arteri Bojonggede – Kemang (Bomang) yang sudah selesai dibangun dan sudah beroperasi optimal tahun ini. Jalan arteri tersebut jaraknya hanya 50 meter dari gerbang utama Telaga Kahuripan,” ujar Chief Executive Officer PT Kuripan Raya, Yulham Ferdiansyah Roestam, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga: Respon Kebijakan DP 0% BI, PP Properti Luncurkan Produk Rumah Tapak di Cibubur

Pembangunan jalan tol dan infrastruktur lain yang terus berlanjut ditangkap oleh pengembang Telaga Kahuripan untuk menata ulangTelaga Kahuripan. Revitalisasi dan peluncuran kembali Telaga Kahuripan dalam konsep yang modern dan harmonis, dengan suasana alam yang ada tetap menjadi andalannya.

Agenda revitalisasi Telaga Kahuripan diharapkan selesai tahun ini. Kegiatan di lapangan sudah berlangsung sejak awal Februari 2021. Urban+ yang memenangkan sayembara desain Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, telah dipercaya untuk merevisi Master Plan yang sudah ada dan merancang kembali agar sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Kami menilai Urban+ punya pengalaman dan kemampuan yang mumpuni dalam mendesain kawasan atau perkotaan dengan nuansa alami yang kuat. Kemenangan mereka pada sayembara desain IKN juga menjadi pertimbangan kami, sehingga kami sangat menantikan hasil yang maksimal dan komprehensif dari Urban+,” imbuh Ferdiansyah.

Melihat lokasi dan mengobservasi lingkungan kawasan Telaga Kahuripan, tim perancang dari Urban+ mendapatkan impresi yang baik serta inspirasi untuk mewadahi aspirasi kawasan ke depan.

Ardzuna Sinaga, Co-Founder dan Direktur Master Planning Urban+ mengemukakan aspirasinya setelah mengamati dan mempelajari kawasan Telaga Kahuripan. “Sebagai kawasan perumahan yang berlokasi di daerah yang masih alami dengan infrastruktur yang sudah matang, Telaga Kahuripan memberikan inspirasi bagi tim perancang kami untuk mengombinasikan aset alam dengan aset kawasan yang sekaligus merespon kondisi pandemi saat ini,” ujarnya.

Sementara itu Sibarani Sofian selaku Founder sekaligus Managing Director Urban+mengungkapkan, “Kekuatan dari fasilitas dan amenitas alam di Telaga Kahuripan juga menjanjikan nilai premium dari hunian eksklusif yang menjadi impian bagi calon penghuni kawasan perumahan alami ini.”

Kucurkan Investasi Lebih dari Rp100 Miliar.

Dengan lahan seluas 750-an hektare, Telaga Kahuripan merupakan proyek perumahan terbesar di koridor Selatan Jakarta – Ciputat – Kemang - Bogor. Kawasan ini terbagi menjadi dua area. Area pertama yang diluncurkan tahun 1996 silam, masterplan-nya dirancang oleh Konsultan Internasional Design Development Group of Baltimore. Kawasan komersialnya yang dikenal dengan Plaza Haihoo dirancang oleh Arsitek Peter Caderas dari Hawaii. Sementara rancangan hunian dipercayakan kepada beberapa arsitek muda Indonesia kala itu antara lain JJ, Andra Martin, Yori Antar, Ferry Ridwan dan lainnya.

“Guna melancarkan program peremajaan, para pemegang saham PT. Kuripan Raya, mengucurkan dana lebih dari Rp100 miliar. Murni dari para share holders kami, tanpa investasi dari luar,” Ferdiansyah menegaskan.

Daftar share holders Telaga Kahuripan sama sekali tidak mengalami perubahan sejak awal PT Kuripan Raya didirikan. Diantaranya adalah Hendro S. Gondokusumo, Almarhum A. Edwin Kawilarang, Herman Soedarsono dari PT Sinar Duta Mahkota, Deddy Kusuma dari PT Suryatama Lokabuana Mulia dan PT Suryaloka Cemerlang, Bing Aryanto dari PT Badra Arta, PT Kentanix Supra International, serta PT Bina Arta Charisma.

Direktur PT Kuripan Raya, Paulus Hanoto menyebut, sejak awal peluncuran Telaga Kahuripan hingga saat ini, pengembang berstatus perusahaan yang sehat dan bebas dari utang. “Inilah salah satu alasan para share holders merasa yakin dan percaya diri untuk merevitalisasi Telaga Kahuripan dengan nilai investasi yang cukup besar,” klaimnya.

Baca Juga: Property Outlook 2021 Ungkap Tantangan dan Peluang Industri Properti di Masa Pemulihan Covid

Dalam waktu dekat, pengembang PT Kuripan Raya juga akan merilis produk hunian baru dengan konsep modern berpadu green nature. Desain rumah tapak Telaga Kahuripan yang akan dibangun dirancang oleh arsitek Vincent Hadi, yang sudah terkenal dengan desain hunian yang unik dan modern.

Konsep green nature dipilih untuk Telaga Kahuripan karena akan menawarkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memadai. Adanya potensi alam seperti taman, danau alami dan danau buatan, merupakan kekuatan dasar yang sudah dimiliki.

Saat ini, terdapat juga dua taman di Telaga Kahuripan yakni Taman Lembah Padi dan Taman Lembah Bunga. Taman Lembah Padi dibuat menyerupai lembah dan di tengahnya ditanami padi. Sedangkan Taman Lembah Bunga dihiasi beragam tanaman bunga.

“Kami optimistis, perpaduan alam Telaga Kahuripan, Urban+ dan Vincent Hadi, akan menghadirkan kembali kawasan hunian yang nyaman dan terjangkau. Lokasinya pun tidak jauh dari CBD Jakarta Selatan. The new Telaga Kahuripan merupakan pilihan ideal bagi pencari rumah yang menyukai suasana Selatan Jakarta,” tukas Paulus.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini