Alihkan Pandangan ke Afrika, Rusia Bakal Dirikan Pangkalan Militer di Sudan

Alihkan Pandangan ke Afrika, Rusia Bakal Dirikan Pangkalan Militer di Sudan Kredit Foto: Reuters/Anton Vaganov

Kapal perang Rusia, fregat "Admiral Grigorovich", memasuki pelabuhan Sudan. Di sana, Moskow berencana untuk membangun pangkalan angkatan laut di pantai Laut Merah negara itu.

Seperti dilansir dari kantor berita Rusia Interfax, kapal itu adalah kapal perang Rusia pertama yang memasuki pelabuhan Sudan.

Baca Juga: Awas, Cita-Cita Israel Dirikan Kedubes di Sudan Bakal Terwujud karena...

Rusia pada November lalu mengumumkan kesepakatan yang menguraikan pusat dukungan logistik yang akan didirikan di Sudan. Di sana rencananya, perbaikan dan suplai operasi serta istirahat untuk anggota awak dapat dilakukan.

Menurut rincian yang dipublikasikan di situs web pemerintah Rusia, kapasitas fasilitas angkatan laut akan dibatasi pada 300 personel militer dan sipil dan empat kapal, termasuk kapal bertenaga nuklir. Pangkalan itu akan berdiri di pinggiran Utara pelabuhan Sudan.

Rusia juga akan mendapatkan hak untuk mengangkut senjata, amunisi, dan peralatan yang dibutuhkan agar pangkalan itu berfungsi melalui pelabuhan dan bandara Sudan.

Kesepakatan itu dijadwalkan berlangsung selama 25 tahun, selama tidak ada pihak yang keberatan dengan pembaruannya.

Moskow dalam beberapa tahun terakhir mengalihkan pandangannya ke Afrika saat memperbarui pengaruh geopolitiknya.

Hal itu telah membujuk Sudan dengan kerja sama militer dan nuklir sipil, menandatangani kesepakatan antara angkatan bersenjata kedua negara itu pada Mei 2019 yang akan berlangsung tujuh tahun.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini