Gak Terima Dipecat! Eks Kader Demokrat Ancam Bongkar Dosa Politik SBY

Gak Terima Dipecat! Eks Kader Demokrat Ancam Bongkar Dosa Politik SBY Kredit Foto: Instagram Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Pernyataan eks kader Partai Demokrat, Darmizal yang bakal membuka semua dosa politik partai berlambang mercy itu termasuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke publik dinilai sah saja untuk menaikkan bargaining. Adapun ancaman Darmizal itu terkait pemecatannya dan enam orang lainnya dari Partai Demokrat.

"Sebagai gertak politik untuk menaikkan bargaining tentu sah saja," ujar Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Minggu (28/2/2021).

Namun apakah gertakan Darmizal itu bakal direalisasikan atau tidak, Arif menilai itu bergantung perkembangan politik selanjutnya. "Jika tak terakomodasi boleh jadi hal itu akan direalisasikan," pungkasnya.

Baca Juga: SBY Turun Gunung, Bukan Bela Demokrat Tapi Selamatkan AHY

Sekadar diketahui, isu upaya kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat berbuntut panjang. DPP Demokrat memecat enam orang kadernya yang dianggap terlibat upaya kudeta itu.

Mereka adalah Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, Ahmad Yahya. Mereka dianggap terbukti melakukan perbuatan tingkah laku buruk yang merugikan Partai Demokrat dengan cara mendiskreditkan, mengancam, menghasut, mengadu domba, melakukan bujuk rayu dengan imbalan uang dan jabatan.

Serta menyebarluaskan kabar bohong dan fitnah serta hoaks dengan menyampaikan kepada kader dan pengurus Partai Demokrat di tingkat Pusat dan Daerah, baik secara langsung (bertatap muka) maupun tidak langsung (melalui komunikasi telepon) bahwa Partai Demokrat dinilai gagal dan karenanya, kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres V PD 2020 harus diturunkan melalui Kongres Luar Biasa (KLB) secara ilegal dan inkonstitutional dengan melibatkan pihak eksternal.

Selain mereka, DPP Partai Demokrat juga memecat Marzuki Alie karena dianggap melanggar etika atas perilakunya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini