Songong Betul! Masa Divaksin Duluan Bareng Anggota DPR

Songong Betul! Masa Divaksin Duluan Bareng Anggota DPR Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Diam-diam, DPR sudah menggelar vaksinasi Covid-19. Selain menyasar para anggota Dewan, vaksin itu juga diberikan kepada anggota keluarga mereka. Padahal, mereka bukan prioritas sasaran vaksin Covid-19. Duh, kok DPR songong banget ya...

Vaksinasi untuk anggota DPR serta keluarga digelar tertutup di Kompleks Parlemen. Pihak Sekjen DPR tidak mengumumkan pelaksanaan vaksinasi ini. Para wartawan yang ngepos di Senayan juga tidak dikasih tahu. Vaksinasi itu baru terungkap setelah muncul video yang diunggah anggota DPR dari Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding, melalui akun Instagram pribadinya, @abdulkadirkarding, Kamis (25/2). Wartawan kemudian mencoba mencari tahu di mana vaksinasi untuk anggota DPR itu digelar. Baca Juga: Kadis Sumber Daya Air DKI Dicopot, DPRD DKI Gak Peduli

Setelah ditelusuri, vaksinasi itu digelar di lantai bawah Gedung Kura-Kura. Awalnya, wartawan dapat memasuki lokasi vaksinasi yang sempat tanpa penjagaan di pintu masuk. Namun, proses vaksinasi digelar tertutup. Wartawan yang sempat masuk ke lokasi vaksinasi diminta tak membuat berita oleh pihak Kesetjenan DPR. Foto-foto proses vaksinasi anggota DPR yang telah diambil wartawan diminta dihapus.

Vaksinasi ini sudah digelar sejak Kamis (25/2). Target vaksinasi mencapai 12.000 orang. Mulai dari anggota Dewan, keluarga anggota Dewan, para pejabat Sekjen DPR, para PNS, dan para staf. Vaksinasi ditargetkan selesai selama pekan.  Baca Juga: DPR Akan Revisi UU ITE Berantas Buzzer Penyebar Hoax

Karding membenarkan, dia bersama istri dan anaknya menjalani vaksinasi di DPR. Karding menjelaskan, vaksinasi untuk anggota Fraksi PKB DPR dijadwalkan Kamis. "Itu (program vaksinasi) dari DPR. Di DPR itu khusus anggota sama anak-istri. Tadi jatahnya PKB sama Gerindra. Kemarin kayaknya sudah dibagi," kata Karding, saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Wartawan yang sempat masuk ke lokasi vaksinasi dipanggil pihak Sekjen DPR dan diminta menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP). KTP wartawan juga difotokopi.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini