Stafsus Wapres: Program Santripreneur Sawit Berpotensi Kurangi Kemiskinan

Stafsus Wapres: Program Santripreneur Sawit Berpotensi Kurangi Kemiskinan Kredit Foto: Antara/Syifa Yulinnas

Organisasi petani sawit terbesar di Indonesia, APKASINDO tengah mengembangkan terobosan baru dengan membantu para santri untuk menjadi entrepreneur di sektor kelapa sawit khususnya pemberdayaan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK).

Riau menjadi provinsi pertama yang memulai program Santripreneur sebagai representasi provinsi yang memiliki perkebunan sawit terluas di Indonesia. Peluncuran program ini disertai workshop

Baca Juga: Akademisi Sumut: Sawit Minyak Masa Depan Sebagai Golden Crop

Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) Pondok Pesantren di Perkebunan Sawit Melalui Kegiatan Pembibitan Guna Mendukung Program Peremajaan Sawit Rakyat dan Santripreneur yang mendapatkan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah, KH. Muhammad Imam Aziz mengatakan program santripreneur berbasis sawit adalah inisiatif bagus.

"Pemerintah dan khususnya NU akan mengawalnya. Baik dalam penguatan organisasi maupun relasi dengan multi stakeholder”.

Menurut Imam Aziz, pengembangan santripreneur sawit dapat berjalan baik asalkan ada sejumlah faktor pendukung. Pengembangan sumber daya manusia yang kuat perlu dilakukan seperti dengan memberikan pelatihan kepada santri untuk belajar mengelola sawit.

"Tidak hanya itu, akses teknologi seperti pabrik, akses tanah, dan jejaring yang kuat juga perlu dibangun. Menurutnya, seluruh tahapan ini perlu dijalankan konsisten. Alhasil, program santripreneur ini akan sukses dan kemiskinan berkurang," paparnya.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO, Jend.TNI (Purn) Moeldoko, sangat mengapresiasi program santripreneur sawit.

“Saya dukung program yang rekan-rekan asosiasi para petani sawit ini,” ujar Moeldoko.

Senada dengan hal ini, Gubernur Riau, Syamsuar, menjelaskan bahwa perekonomian Riau sangat dipengaruhi oleh sawit karena memiliki perkebunan yang luas. Harapannya, santripreneur dapat meningkatkan UMKM melalui pembibitan guna mendukung program peremajaan sawit rakyat dan santripreneur. "Untuk itu, Riau sangat mendukung santripreneur melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)," ujarnya.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Gulat ME Manurung mengatakan terkait kegiatan pembibitan, pesantren akan dibantu oleh BPDPKS. Pesantren dapat harus ambil peran, jangan menunggu.

"Nah, berperan itu bisa dengan pembibitan sawit. Itukan tak perlu skill tinggi dan memang itu penting sekali, karena saat inikan bibit langka. Tak hanya Riau, namun seluruh Indonesia,” ucapnya.

Terkait pengembangan sumber daya manusia, direncanakan akan 100 santri yang akan belajar untuk menguasai informasi dan pengetahuan perkelapasawitan mulai dari ilmu penanaman, perawatan, hingga pengolahan.

“Para santri akan belajar melalui beasiswa BPDPKS untuk program D1 hingga D4. Kami Apkasindo yang diamanahkan Wapres KH. Ma’ruf Amin siap mengawal program ini. Kami sangat senang lantaran semua stakeholder termasuk asosiasi sawit lainnya sangat mendukung,” pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini