Kontroversi Tes COVID via Anal yang Bikin Diplomat AS Ogah-ogahan

Kontroversi Tes COVID via Anal yang Bikin Diplomat AS Ogah-ogahan Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter

Kementerian Luar Negeri China membantah bahwa diplomat Amerika Serikat (AS) diminta untuk melakukan tes usap anal untuk mendeteksi COVID-19, menyusul laporan media bahwa beberapa orang mengeluhkan atau ogah-ogahan atas prosedur tersebut.

Salah satu media AS, Vice, pada Rabu (24/2) mengutip seorang pejabat Departemen Luar Negeri yang mengatakan bahwa tes itu salah dan bahwa China telah mengatakan akan menghentikan tes semacam itu terhadap para diplomat AS.

"Sepengetahuan saya China tidak pernah meminta staf diplomatik AS yang ditempatkan di China untuk melakukan tes usap anal," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian dalam jumpa pers harian di Beijing, Kamis.

Dalam sebuah surel ke Reuters, seorang perwakilan Departemen Luar Negeri AS mengatakan beberapa kota di China menggunakan sampel yang diambil dari anus untuk mendeteksi potensi infeksi di tengah peningkatan pemeriksaan selama serentetan wabah menjelang liburan Tahun Baru Imlek.

Tes menggunakan usap anal dapat menghindari infeksi yang hilang karena jejak virus dalam sampel feses atau usap anal dapat tetap terdeteksi untuk waktu yang lebih lama daripada pada saluran pernapasan, kata Li Tongzeng, seorang dokter penyakit pernapasan di Beijing, kepada televisi pemerintah bulan lalu.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini