Catat! Risiko Tinggi bila Pemerintah Menjaga Defisit APBN

Catat! Risiko Tinggi bila Pemerintah Menjaga Defisit APBN Kredit Foto: REUTERS/Edgar Su

Pandemi Covid-19 membawa dampak besar bagi perekonomian bagi Indonesia. Tak hanya membuat pertumbuhan ekonomi turun, serangan virus juga membuat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) kian melebar.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, menilai bahwa kenaikan defisit APBN itu tidak perlu dikhawatirkan. Ia mengatakan, pelebaran defisit adalah konsekuensi dari penanggulangan dampak dari pandemi Covid-19 serta mendorong ekonomi agar tetap bertahan.

Baca Juga: Sebulan APBN Tekor Rp45 Triliun, Sri Mulyani Gak Cemas & Sedih

"Defisit yang melebar itu sebuah keniscayaan. Justru, saya lebih khawatir kalau pemerintah menahan defisitnya sehingga kemudian pemerintah tidak melakukan apa-apa. Itu jauh lebih bahaya. Karena yang terjadi, kontraksi ekonomi akan jauh lebih dalam," kata Piter dalam diskusi webinar pada Rabu (24/2/2021).

Piter mengatakan, apabila Indonesia memasuki situasi kontraksi yang lebih dalam, angka pengangguran akan lebih besar serta tingkat kemiskinan lebih tinggi. "Apabila pemerintah tidak melakukan apa-apa di 2020 demi menjaga defisit, kita akan jatuh ke dalam jurang krisis yang lebih berat. Pemulihannya akan sangat sulit untuk dilakukan," jelasnya.

Berdasarkan catatan, sepanjang 2020, realisasi defisit anggaran dalam APBN mencapai Rp956,3 triliun atau 6,09% terhadap produk domestik bruto (PDB). Jumlah defisit tersebut lebih kecil dari target di APBN-Perpres 72/2020 yang sebesar Rp1.039,2 triliun.

Piter mengatakan, APBN memegang peranan yang sangat penting saat ini. Hal ini karena pandemi membuat seluruh aktivitas sosial dan ekonomi terbatas sehingga baik masyarakat umum dan dunia usaha tidak bisa bergerak berusaha secara produktif seperti biasanya.

"Satu-satunya yang bisa kita berharap akan membantu kita di tengah pandemi adalah pemerintah dengan APBN-nya. Memang penerimaan akan turun dan belanja menjadi naik. Dengan begitu, kalau kita gabungkan, penerimaan turun dan belanja naik hasilnya adalah defisit yang melebar," paparnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini