Alert, Guys! Bursa Minta Jangan Asal Beli Saham Bank Milik Akulaku dan Perusahaan Incaran Roby Tan

Alert, Guys! Bursa Minta Jangan Asal Beli Saham Bank Milik Akulaku dan Perusahaan Incaran Roby Tan Kredit Foto: Antara/Nova Wahyudi

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pengawasan ketat atas saham bank milik perusahaan fintech Akulaku yakni, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dan perusahaan yang tengah diincar oleh pengusaha Roby Tan yakni, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) serta Waran Seri I PT Yelooo Integra Datanet Tbk. (YELO-W). 

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan mengungkapkan bahwa hal tersebut dilakukan karena terjadi peningkatan harga saham BBYB dan YELO. Kemudian, juga adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar pada efek Waran Seri I PT Yelooo Integra Datanet (YELO-W) yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). 

“Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga efek BBYB, YELO dan YELO-W yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal,” ujarnya, dalam keternukaan informasi di Jakarta, Rabu (24/2/2021). 

Baca Juga: Bursa Pelototi Saham Perusahaan Media Milik Erick Thohir Serta Bank Milik Gopay dan Jerry Ng

Ia menuturkan bahwa informasi terakhir mengenai YELO adalah informasi tanggal 22 Februari 2021 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia terkait penyampaian bukti iklan pengumuman rencana RUPSLB perseroan Maret 2021. 

Sementara itu, Informasi terakhir mengenai BBYB adalah informasi tanggal 22 Februari 2021 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia terkait pengumuman RUPS.

Baca Juga: Setahun Dibekukan, Bursa Kasih Warning ke Perusahaan Milik Asabri & Teddy Tjokrosapoetro

“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas efek BBYB, YELO dan YELO-W tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi efek-efek ini,” tambahnya. 

Oleh karena, Bursa meminta para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa. Kemudian, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya. Lalu, mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. 

“Investor harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” tutupnya. 

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini