Sekjen PKH: Integrasi Sawit-Sapi Jadi Solusi Keterbatasan Lahan dan Pakan Hijauan

Sekjen PKH: Integrasi Sawit-Sapi Jadi Solusi Keterbatasan Lahan dan Pakan Hijauan Kredit Foto: Antara/Iggoy el Fitra

Pemerintah Indonesia bertekad untuk bisa mencapai swasembada daging nasional dalam lima tahun mendatang, sebagaima tercantum dalam RPJM 2020 – 2025.

Saat ini, pasokan daging unggas (ayam ras) mendominasi kebutuhan masyarakat dan tercatat surplus. Sementara stok daging kerbau dan sapi masih rendah sehingga berdampak terhadap konsumsi masyarakat. 

Baca Juga: Petani Sawit: Harus Tegas terhadap Produk POF!

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Nasrullah menjelaskan, terdapat banyak faktor yang membuat pertumbuhan produksi ternak sapi sulit mengimbangi konsumsi daging sapi yang terus meningkat. Salah satunya karena hingga kini beternak sapi belum menjadi sumber pendapatan masyarakat. 

Upaya terobosan dengan menumbuhkan banyak korporasi peternak sapi/kerbau dipandang Dirjen PKH penting. Dengan cara demikian dapat dilakukan akselerasi populasi dan produktivitas kedua jenis ternak ruminansia besar tersebut sekaligus lebih memberdayakan peternaknya.

Dengan menyatukan diri dalam wadah kelembagaan ekonomi, peternak akan mudah terakses ke skema pembiayaan berbunga rendah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sehingga Korporasi peternak ke depan dapat mengembangkan usaha peternakan sapi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Sekretaris Ditjen PKH, Makmun, menjelaskan, upaya penumbuhan korporasi peternak dalam hal ini menjadi bagian dari pelaksanaan program 1.000 Desa Sapi yang menjadi program prioritas Ditjen PKH.

Sasaran dari program ini yakni korporasi peternak sapi tidak hanya makin piawai mengembangkan usaha pembibitan sapi, tetapi juga penggemukan sapi di aspek on-farm dengan implementasi melalui aktivitas kemitraan dengan industri sawit.

Dikatakan Makmun, integrasi peternakan sapi dan industri kelapa sawit sekaligus menjadi solusi untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan dan pakan hijauan ternak. Integrasi sapi-sawit ini sebenarnya sudah berlangsung lama, namun perkembangannya belum maksimal.

"Dari sekitar 16 juta hektar lahan sawit di Indonesia, baru 1 persen yang dimanfaatkan untuk kegiatan integrasi sapi-sawit,” ungkap Makmun. 

Terdata baru tujuh wilayah sawit yang kegiatan integrasi sapi-sawitnya didukung oleh Peraturan Gubernur (Pergub).

"Kami berharap nantinya ada regulasi yang lebih kuat yang mewajibkan industri sawit ikut melaksanakan kegiatan integrasi sapi-sawit. Dengan demikian upaya menumbuhkan korporasi peternak sapi juga kian terdukung," tandas Makmun.   

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini