Awal Tahun, Penerimaan Pajak Minus 15,3%

Awal Tahun, Penerimaan Pajak Minus 15,3% Kredit Foto: Fajar Sulaiman

Pemerintah menyampaikan realisasi penerimaan pajak pada Januari 2021 sebesar Rp68,5 triliun atau 5,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, penerimaan pajak bulan lalu mengalami kontraksi 15,3%.

"Kontraksi disebabkan penerimaan migas yang mengalami kontraksi sebesar 19,8%. Harga migas kita dibandingkan Januari tahun lalu masih di bawah kondisi harga minyak tahun 2020. Jadi, memang mengalami penurunan 19,8%," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Setoran Pajak Belum Pulih, APBN Defisit Rp45 Triliun

Ia mengatakan bahwa realisasi penerimaan ini berasal dari pendapatan pajak penghasilan (PPh) nonmigas sebesar Rp2,3 triliun, turun dari Januari tahun lalu yang sebesar Rp2,9 triliun. Sementara, pajak sektor nonminyak dan gas mencapai Rp39 triliun, turun dari Januari tahun lalu yang sebesar Rp46,3 triliun.

Selain itu, pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp26,3 triliun lebih rendah dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp31 triliun. "Jadi, PPh nonmigas-nya kontraksi 15,8% dan PPN kontraksi 14,9%," tegasnya.

Namun, hal berbeda terjadi pada penerimaan bea dan cukai yang naik 175% atau mencapai Rp12,5 triliun. "Penerimaan bea cukai tumbuh positif didorong penerimaan cukai yang resilient melewati krisis serta bea keluar yang ditopang ekspor CPO dan biji tembaga yang masih kuat," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini