Depok-Bogor Disalahkan Penyebab Banjir DKI, Bima Arya Gak Terima sampai Surati Anies, Isinya...

Depok-Bogor Disalahkan Penyebab Banjir DKI, Bima Arya Gak Terima sampai Surati Anies, Isinya... Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Banjir yang sempat merendam DKI Jakarta selama dua hari terakhir sempat disebur Gubernur Jakarta, Anies Baswedan disebabkan oleh air kiriman dari hulu. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menampik jika Bogor merupakan penyebab banjir di Jakarta.

Bima Arya mengatakan, berdasarkan pantauannya selama tiga hari kebelakang, tinggi muka air (TMA) di Bendungan Katulampa hanya mencapai 100 cm atau Siaga 3. "Katulampa itu paling tinggi Siaga 3, biasanya Jakarta banjir kalau Katulampa Siaga 1. Ketika Siaga 3 sudah banjir, berarti kan volume air di Jakarta yang tinggi," kata Bima Arya ketika ditemui Republika.co.id di Ponpes Al Ghazaly, Minggu (21/2).

Menurut Bima Arya, penyelesaian permasalahan banjir tidak bisa dilaksanakan secara dadakan. Sekaligus tidak hanya ketika musim hujan datang. "Jadi persoalan banjir tidak bisa dadakan, tidak bisa ditangani ketika musim hujan saja harus trintergrasi semua dari hulu ke hilir. Itu persoalannya," tuturnya.

Baca Juga: Banjir Jakarta, Anies Banggakan Anak Buah: Alhamdulillah Atas Izin Allah Satu Hari Kering

Lebih lanjut, Bima Arya menjelaskan, dirinya sudah menyurati Anies Baswedan terkait temuanya di sepanjang aliran Sungai Ciliwung. Berdasarkan ekspedisi Sungai Ciliwung yang sempat dilakukan pada November 2020 lalu.

Sebab, dirinya menilai, perihal banjir yang disebabkan dari Sungai Ciliwung, bukan hanya sekadar kiriman dari Puncak atau Bogor. Namun, perlu ada penyelesaian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

"Jadi sudah saya surati pak Gubernur tapi belum ada jawaban dan ini perlu menjadi perhatian bersama. Dimana banyak perumahan liar, sampah, limbah," tuturnya.

Meski belum menerima jawaban dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Bima Arya mengaku, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga terus menjalankan koordinasi dengan kementerian terkait. Seperti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR).

"Jadi permasalahan banjir ini saya rasa enggak bisa parsial. Persoalan ini harus diselesaikan bersama-sama," ucapnya.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini