Kepatuhan Prokes, Syarat Kesuksesan Program Vaksinasi

Kepatuhan Prokes, Syarat Kesuksesan Program Vaksinasi Kredit Foto: Taufan Sukma

Program vaksinasi tahap kedua kepada para petugas pelayanan publik dan kalangan lanjut usia (lansia) telah dimulai. Diantaranya adalah vaksinasi kepada para pedagang pasar yang telah dilakukan pertama kali di DKI Jakarta, tepatnya di Pasar Tanah Abang, pada Rabu (17/2) lalu. Selain menyasar pedagang pasar dan lansia, program vaksinasi tahap kedua juga membidik kalangan pegawai sektor pariwisata, petugas pelayan transportasi publik, anggota TNI dan Polri. Selain itu ada juga kalangan guru, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai daerah, atlit, dan jurnalis. “Saya mengapresiasi program pemerintah yang sangat cepat membaca agar ekonomi kita bisa pulih. Minat pedagang muncul luar biasa menjelang satu hari sebelum pelaksanaan vaksinasi di Tanah Abang. Sehingga target hari pertama mencapai 1.400 pedagang yang sudah divaksin, dan hari kedua juga 1.400 pedagang, jadi kini total sudah 2.800 pedagang yang sudah divaksinasi,” ujar Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, dalam diskusi virtual dengan tema ‘Transaksi Jalan, Prokes Tetap Diutamakan’, pada Jumat (19/2).

Menurut Arief, pihaknya menargetkan bahwa jumlah total pedagang Tanah Abang yang bakal divaksin bakal kurang lebih mencapai 53.000 orang. Tak hanya di Tanah Abang, PD Pasar Jaya juga akan bergerak cepat melakukan vaksinasi ke pasar-pasar lainnya, “Kami sudah rencanakan dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan untuk memvaksinasi di Jakarta Pusat, Timur, Barat, Utara dan Selatan sampai masuk ke pasar besar dan pasar kecil. Saat ini kami sedang mensensus semua pedagang by name by address sehingga tidak salah dalam pelaksanaannya nanti,” ujarnya.

Sementara itu, dokter dan tim penanganan COVID-19, dr. Falla Adinda, menyatakan bahwa langkah pemerintah untuk memvaksinasi pedagang pasar di tahap kedua sudah merupakan langkah yang tepat karena kalangan tersebut dinilai termasuk dalam kelompok masyarakat yang paling berisiko. Setelah pedagang pasar, sektor yang berisiko lainnya diantaranya sektor perhotelan dan restoran serta kelompok petugas pelayanan publik lainnya. “Artinya Indonesia punya prioritas tersendiri. Tinggal bagaimana masyarakat dapat tetap menjaga keinginan mereka untuk divaksin, namun juga tetap patuh dalam menjaga dan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Falla.

Kepatuhan terhadap protokol kesehatan itu, menurut Falla, dapat dianggap sebagai salah satu kunci utama suksesnya program vaksinasi pemerintah. Hal itu lantaran tingkat efektivitas dan efikasi (kemanjuran) vaksin Sinovac yang dikeluarkan Badan POM diketahui menunjukkan angka 65,5 persen. “Angka 65,5 persen ini pada dasarnya sudah cukup baik, namun masih ada kemungkinan kecil kita masih bisa terinfeksi, meski mungkin hanya dengan gejala ringan. Itu lah kenapa masyarakat selalu dihimbau bahwa setelah vaksinasi harus tetap menjalankan protokol kesehatan agar lebih aman dan maksimal efektivitas proteksinya,” tegas Falla.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini