Negara Vladimir Putin Digebuk Sanksi Uni Eropa Atas Alexei Navalny

Negara Vladimir Putin Digebuk Sanksi Uni Eropa Atas Alexei Navalny Kredit Foto: Getty Images

Diplomat-diplomat Uni Eropa mengatakan, mulai Maret mendatang blok itu akan memberlakukan larangan terbang dan membekukan aset sekutu-sekutu Presiden Vladimir Putin. Kesepakatan itu diambil usai perwakilan negara anggota rapat mengenai sanksi terhadap Rusia atas penangkapan kritikus Kremlin Alexei Navalny.

"Saya memperkirakan sanksi tambahan akan diberlakukan sebelum pertemuan Uni Eropa pada Maret," kata seorang diplomat senior Uni Eropa, Kamis (18/2/2021).

Baca Juga: Kremlin Mau Gebuk Pendukung Navalny yang Kelewatan, Pedemo Balas: Baru Pemanasan, Lihat Skenario...

Dua puluh tujuh negara anggota Uni Eropa akan menggelar pertemuan pada 25 dan 26 Maret di Brussels. Sementara para Menteri Luar Negeri negara anggota akan bertemu pada 22 Maret. Pada 11 Februari lalu kantor berita Reuters melaporkan Uni Eropa akan memberlakukan sanksi pada Rusia.

Sanksi tersebut dapat diberlakukan di bawah kerangka kerja baru yang ditetapkan bulan Desember. Kerangka kerja ini juga akan membuat Uni Eropa mengambil tindakan terhadap semua pelanggar hak asasi manusia di seluruh dunia.

Dalam pertemuan para diplomat Rabu (17/2/2021) lalu terlihat banyak negara anggota yang mendukung sanksi terhadap Rusia. Swedia, Jerman, Prancis, Polandia dan negara-negara Baltik mendukung sanksi larangan terbang dan pembekuaan aset.

Belum ada pembahasan untuk menahan proyek pipa gas Nord Stream II dari Rusia ke Jerman meskipun sejumlah anggota Uni Eropa mendesak agar proyek itu juga masuk ke dalam sasaran sanksi.

Tak diketahui apakah elite-elite bisnis yang dekat dengan Putin atau biasa disebut Oligarki masuk daftar orang-orang disanksi Uni Eropa.

Tekanan untuk menerapkan sanksi semakin kuat sejak Moskow membuat marah negara-negara Eropa pada 5 Februari lalu dengan mengusir diplomat Jerman, Polandia dan Swedia tanpa memberitahu kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa yang saat itu sedang berkunjung ke Moskow.

Dalam konferensi pers Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebut Uni Eropa sebagai 'mitra yang tak dapat diandalkan'. Sejumlah anggota parlemen Uni Eropa mengatakan pernyataan itu untuk mempermalukan Brussels.

"Sanksi harus segera dilakukan bila tidak dampaknya akan melemah," kata seorang diplomat Uni Eropa lainnya.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini