KKP Dorong SKPT Biak Jadi Pengungkit Ekonomi Masyarakat

KKP Dorong SKPT Biak Jadi Pengungkit Ekonomi Masyarakat Kredit Foto: Dok. KKP

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Biak Numfor, Effendi Igirisa menyatakan bahwa pembangunan SKPT telah memberikan kesempatan bagi nelayan untuk dapat memanfatkan sumber daya ikan lebih optimal dan tentunya berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Menurutnya sejak beroperasionalnya SKPT Biak tingkat pendapatan nelayan meningkat hampir 3 kali lipat perbulannya. 

Effendi menambahkan, saat ini Koperasi Syaloom telah bekerjasama dengan pihak swasta memanfaatkan kapal Inka Mina 38 GT untuk menangkap ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 717. Setelah beroperasi, mereka telah mendapatkan hasil tangkapan 2 ton dalam satu kali trip. Bahkan kemarin mampu menangkap sampai 6 ton dan saat ini telah disimpan di cold storage.

Keberhasilan ini diakui Yosep, Ketua Koperasi Flotim Mina Mandiri. Katanya dengan kehadiran KKP, maka pihaknya semakin merasakan bagaimana menikmati apa yang diberikan dari pemerintah pusat dan ekonomi kami semua semakin meningkat. 

Sementara itu dari sisi permodalan usaha, Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP, Catur Sarwanto sebagai penanggung jawab SKPT Biak menyebutkan bahwa Ditjen PDSPKP telah menjadi penghubung nelayan dengan lembaga bank dan nonbank untuk mengakses permodalan. Tercatat pada bulan Mei 2020, terdapat 42 nelayan yang telah menerima pencairan KUR BNI sebesar Rp2,1 miliar dan 19 KUB telah menerima pencairan LPMUKP dengan total sebesar Rp2,06 miliar. 

Tak hanya mempersiapkan di sisi hulu, Catur Sarwanto memastikan pihaknya juga mempersiapkan aspek hilir sebagai integrasi bisnis SKPT Biak Numfor. Beberapa yang telah dilakukan di antaranya mempromosikan peluang usaha dan Investasi Kabupaten Biak Numfor dalam forum bisnis. Hasil dari kegiatan ini yaitu adanya penandatanganan rencana investasi Gudang beku dari PT. Lautan Pasifik Indonesia dan pembangunan pabrik es dari pihak swasta. Kemudian mengajak pemilik kapal dari Indramayu, Pati, Bitung dan Gorontalo untuk menangkap ikan di WPPNRI 717 serta menyimpan ikannya di ICS SKPT Biak.

"Kita menargetkan tahun ini ICS SKPT Biak bisa menjual ikan keluar Biak dan mudah mudahan dapat melakukan ekspor pada kesempatan selanjutnya," tandas Catur.

Tampilkan Semua
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini