Kelapa Sawit Layak Jadi Industri Esensial Nasional

Kelapa Sawit Layak Jadi Industri Esensial Nasional Kredit Foto: Antara/Syifa Yulinnas

Perkebunan kelapa sawit telah berkembang di Indonesia selama 109 tahun dan telah mengalami beberapa periode di antaranya masa penjajahan, orde lama, orde baru, masa orde reformasi, hingga demokrasi sekarang ini dengan segala pasang surutnya. Kendati demikian, industri perkebunan kelapa sawit terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Buktinya, sejak tahun 2006, industri kelapa sawit telah berhasil membawa Indonesia meraih gelar raja minyak sawit dunia, mengalahkan Malaysia. Mengutip laporan PASPI Monitor, industri minyak sawit Indonesia memiliki banyak keunggulan dan kelebihan dibandingkan industri lain, yakni memiliki struktur pengusahaan yang relatif sehat dan berimbang, di mana perkebunan besar dan perkebunan rakyat tumbuh secara bersamaan.

Baca Juga: Malaysia Borong 2 Ribu Ton Limbah Sawit Indonesia untuk Produk Kosmetik

Kini, perkebunan rakyat menguasai sekitar 41 persen dari total lahan sawit Indonesia dan sekitar 37 persen dari produksi nasional. Sementara, sisanya dikuasai perusahaan swasta dan negara. Tidak hanya itu, kelapa sawit juga merupakan komoditas paling produktif dan efisien dibandingkan minyak nabati lain seperti kedelai, rapa, dan bunga matahari.

Minyak sawit juga menjadi industri minyak nabati dunia yang dominan dengan pangsa pasar sekitar 33 persen, tetapi hanya membutuhkan luas area tanam sekitar 6 persen dari total lahan minyak nabati dunia. Keunggulan lainnya adalah minyak sawit merupakan bahan baku dominan minyak goreng di dalam negeri yang menjadi salah satu kebutuhan esensial (bahan pokok) masyarakat Indonesia. Hebatnya, kini minyak sawit sudah digunakan sebagai bahan baku biodiesel dan berpotensi menjadi bahan baku bensin dan avtur yang ramah lingkungan.

Tidak banyak industri yang memiliki keunggulan seperti industri minyak sawit. Industri minyak dan gas mungkin merupakan industri penting jika dilihat peran dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara, tetapi industri ini tidak memiliki kemampuan yang setara dengan industri minyak sawit dalam penyerapan tenaga kerja.

"Dengan demikian, industri minyak sawit merupakan instrumen yang efektif sebagai penghela pertumbuhan dan sekaligus juga pemerataan ekonomi nasional," seperti dikutip dari laporan PASPI Monitor.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini