Lonjakan Harga Bitcoin Tak Berkelanjutan, Begitu Kata ....

Lonjakan Harga Bitcoin Tak Berkelanjutan, Begitu Kata .... Kredit Foto: Unsplash/Dmitry Demidko

Harga Bitcoin melampaui 50 ribu dolar AS (sekitar Rp703,4 juta) pada Rabu (17/2/2021) waktu setempat, mencapai rekor tertinggi di atas 51.700 dolar AS (sekitar Rp727,3 juta).

Sepanjang 2021, harga telah meroket sekitar 78%, melansir Business Insider, Kamis (18/2/2021). Lonjakan harga itu membawa kapitalisasi pasar aset kripto mendekati 1 triliun dolar AS (sekitar Rp14,1 kuadriliun). 

Pada Kamis pukul 13.07 WIB, harga Bitcoin hampir menyentuh Rp735 juta rupiah per kepingnya, berdasarkan data Coinbase.

Baca Juga: Asyik! Broker Cryptocurrency Ini Mau Kasih Akses Setor Tarik Buat Pengguna

Baca Juga: 3 Risiko Investasi Cryptocurrency, Hati-Hati Ya!

Para analis mengatakan, "Jumlah rekor stimulus moneter dan fiskal meningkatkan harga dengan membanjiri pasar dengan uang tunai, menciptakan kekhawatiran tentang inflasi dan penurunan nilai mata uang."

Pengumuman Tesla pada awal Februari tentang pembelian Bitcoin pun mendukung reli terbaru. Apalagi, nama-nama besar di Wall Street seperti BlackRock, BNY Mellon, dan Mastercard juga memberikan legitimasi aset kripto.

Akan tetapi, analis di JPMorgan mengatakan volatilitas yang tinggi tetap jadi masalah bagi cryptocurrency; itu jauh lebih tak stabil daripada emas. "Menurut pendapat kami, harga saat ini terlihat tidak berkelanjutan, kecuali volatilitas Bitcoin bisa mereda dengan cepat," ujar analis JPMorgan.

Peningkatan pesat Bitcoin dalam 5 bulan terakhir juga terjadi dengan arus investor institusi yang relatif kecil daripada ritel.

"Beberapa kenaikan dalam aliran uang riil kemungkinan akan diperlukan untuk mempertahankan harga saat ini, dengan tak adanya percepatan ulang aliran ritel," jelas mereka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini