Di Tengah Meningkatnya Kekhawatiran, Vaksinasi Covid-19 AS Bakal Dipercepat Biden

Di Tengah Meningkatnya Kekhawatiran, Vaksinasi Covid-19 AS Bakal Dipercepat Biden Kredit Foto: AP Photo/Carolyn Kaster

Presiden Joe Biden berjanji untuk mempercepat program vaksinasi di Amerika Serikat (AS) dan mengatakan para guru harus dimasukkan ke dalam barisan depan untuk inokulasi agar lebih banyak sekolah dibuka kembali.

Biden menyampaikan pernyataan tersebut di balai kota saat melakukan perjalanan resmi sebagai presiden ke Wisconsin, negara bagian yang membantu mendorong kemenangan pemilihannya atas Presiden Donald Trump.

Baca Juga: Baik Hati, Biden Masih Mewanti-wanti China: Kalian Bisa Terima Akibat dari Pelanggaran HAM

Perjalanan tersebut dilakukan untuk menyampaikan kekhawatiran Amerika secara langsung dan membangun dukungan publik untuk tagihan bantuan pandemi senilai 1,9 triliun dolar AS atau sekitar Rp 26.619 triliun.

"Saya pikir kita harus memvaksinasi guru - kita harus menaikkan mereka dalam hierarki," kata Biden dalam siaran CNN di Milwaukee, setelah orang tua dan guru bertanya apa yang dia rencanakan untuk mengizinkan sekolah beroperasi dengan aman.

Presiden mencatat bahwa negara bagian, bukan pemerintah federal, memiliki kewenangan untuk memutuskan bagaimana memprioritaskan vaksinasi.

Biden mengatakan dia berharap bahwa setiap orang yang menginginkan vaksin akan bisa mendapatkannya pada Juli, ketika pemerintahannya akan mendapatkan cukup vaksin semua orang Amerika.

Dengan Senat AS telah membebaskan Trump dalam persidangan pemakzulan keduanya pada hari Sabtu, Gedung Putih ingin terus maju dengan agenda Biden di bidang ekonomi, memerangi Covid-19, mengekang perubahan iklim dan mengatasi ketidaksetaraan rasial.

Biden ingin Kongres meloloskan tagihan bantuannya dalam beberapa minggu mendatang untuk mendapatkan cek stimulus 1.400 dolar AS atau Rp19,6 juta kepada orang Amerika dan meningkatkan pembayaran pengangguran.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini