Kemenparekraf : Bobocabin Mampu Dorong Kolaborasi di Sektor Pariwisata

Kemenparekraf : Bobocabin Mampu Dorong Kolaborasi di Sektor Pariwisata Kredit Foto: Shanies Tri Pinasthi

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menyatakan apresiasi dan dukungannya terhadap inovasi terbaru dari Bobobox, yakni Bobocabin. Hal itu diungkapkan oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf RI Fadjar Hutomo pada acara peluncuran awal (soft launch) Bobocabin di Ranca Upas, Bandung, pekan ini.

Fadjar menyebut, konsep elevated camping dengan memadukan penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) dan keindahan alam sekitar itu mampu membuka inovasi dan kolaborasi baru di sektor pariwisata.

“Ini (bobocabin) adalah sebuah inovasi untuk menjadi solusi, baik untuk dunia usahanya maupun bagi wisatawannya. Inovasi penting untuk kemudian bagaimana kita meng-address kesempatan-kesempatan yang akan muncul pasca pandemi,” ucapnya.

Untuk memanfaatkan kesempatan itu, Fadjar menekankan pentingnya kolaborasi lintas-sektor atau menggandeng institusi yang relevan. Adanya Bobocabin pun merupakan hasil kolaborasi antara Bobobox dengan Perhutani. 

Perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak telah dilakukan pada Desember tahun lalu. Nantinya, Bobocabin bakal memanfaatkan lahan yang selama ini dikelola Perhutani seluas masing-masing 1,26 Ha di Wana Wisata Ranca Upas, Bandung Selatan, dan 1 Ha di Green Grass Cikole, Bandung Utara,.

Bobobox juga akan melakukan utilisasi terhadap lahan di kedua kawasan tersebut dengan rincian 100 - 300 m2 untuk bangunan Bobocabin, 50 - 100 m2 untuk fasilitas toilet, dan 200 - 500 m2 untuk area fasilitas penunjang lainnya.

“Ini (kolaborasi) adalah peluang, kita akan support dengan promosi dan investasi,” sebut Fadjar.

Ia menambahkan, inovasi seperti Bobocabin akan membuka peluang investasi, terutama di daerah-daerah wisata yang belum memiliki akomodasi yang baik.

“Situasi pandemi ini tentu kita sama- sama tahu telah menimbulkan dampak luar biasa, pariwisata anjlok. Tapi di satu sisi pandemi juga membuka peluang baru. Data di kami menunjukkan sektor ekonomi kreatif dan digital masih berjalan dan menjadi tumpuan harapan dan solusi. Dalam situasi ini yang dibutuhkan adalah adaptasi, kolaborasi, inovasi,” tandasnya.

Sementara itu, CEO dan Co-Founder Bobobox Indra Gunawan mengungkapkan pihaknya ingin berkolaborasi dalam segala upaya lintas sektoral dalam memulihkan ekonomi, khususnya sektor pariwisata yang sangat terdampak oleh pandemi. 

“Keberadaan Bobocabin juga diharapkan dapat ikut serta dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar dan juga ikut serta memajukan industri pariwisata dengan mengedepankan keberlanjutan baik dari segi sosial, ekonomi maupun lingkungan,” beber Indra.

Mengenal Bobocabin

Untuk diketahui, Bobocabin merupakan produk ketiga yang sudah diluncurkan oleh Bobobox sejak awal berdirinya di tahun 2018. Produk pertama dan sekaligus produk flagship Bobobox adalah hotel kapsul, kemudian disusul dengan produk akomodasi co-living (Boboliving) yang diluncurkan bulan Desember tahun lalu.

Dari segi desain, Bobocabin dirancang dengan mengadopsi desain modular yang futuristik berkapasitas dua orang dewasa dan satu anak-anak dengan tetap memperhatikan kebutuhan untuk melakukan physical distancing. Dengan begitu, para pengunjung bisa tetap mendapatkan nuansa beristirahat dan berpetualang secara personal meskipun berada di lingkungan alam terbuka.

Dengan mempertimbangkan kebutuhan keamanan di masa pandemi, setiap kabin dibangun dengan memperhatikan jarak yang cukup antar bangunan. Selain untuk mendukung privasi dan kenyamanan pengunjung, hal ini juga untuk memastikan protokol kesehatan dapat diimplementasikan dengan baik.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini