Indonesia-Hungaria Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan

Indonesia-Hungaria Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan Kredit Foto: TripSawy

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Peter Szijjarto mengadakan pertemuan bilateral di Jakarta, Selasa (16/2/2021). Sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki ekosistem digital yang menjanjikan. Di sisi lain, Hungaria juga merupakan salah satu ekonomi digital terdepan di Eropa.

Retno mengatakan pada November yang lalu, kedua negara meluncurkan website HUNINDOTECH 2.0. "Kami berharap ini akan menjadi wadah untuk mendekatkan pengusaha, profesional, dan investor untuk sektor digital menjajaki kerja sama di bidang keamanan siber, inkubasi usaha rintisan, fintech, dan juga teknologi medis," ujar Retno dalam konferensi pers.

Baca Juga: Perdagangan Indonesia dengan China Kok Selalu Defisit, Kenapa Ya?

Kedua negara juga terus memperkuat perdagangan berkelanjutan. Retno mencatat, total perdagangan senilai US$212 juta pada 2020, yang menandakan kenaikan lebih dari 13,25% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ke depan kita akan terus berupaya untuk meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara," tambahnya.

Retno menjelaskan, perdagangan berkelanjutan tersebut antara lain melalui pembentukan hub atau gudang produk Indonesia di Budapest, mendorong ekspor produk komponen elektronik dan otomotif, serta menjajaki kemungkinan imbal-dagang dengan Hungaria.

Terkait investasi, Indonesia menyambut baik meningkatnya minat pengusaha Hungaria pada beberapa proyek pembangunan di Indonesia. Salah satunya adalah proyek sistem pembayaran jalan tol atau multi-lane free flow (MLFF) electronic toll-road payment.

"Selain itu, saya juga mengharapkan agar LoI Pembentukan Indonesia–Hungary Investment Fund yang telah ditandatangani dapat membuka jalan untuk meningkatnya partisipasi Hungaria pada proyek-proyek seperti infrastruktur digital, instalasi pengolahan air, dan pekerjaan umum," jelasnya.

Retno juga menyampaikan keprihatinan Indonesia terhadap diskriminasi komoditas minyak kelapa sawit di Uni Eropa. Kemitraan Strategis ASEAN–Uni Eropa pada Desember lalu diharapkan memberikan kesempatan untuk kedua kawasan demi meningkatkan pemahaman dan mencegah diskriminasi terhadap produk-produk minyak kelapa sawit, antara lain melalui Joint Working Group on Vegetable Oils.

"Saya terus mendorong Uni Eropa, termasuk Hungaria, untuk mendukung upaya Joint Working Group ini," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini