Penyaluran Kecambah Sawit 2020 Meningkat, Berikut Daftar Produsennya

Penyaluran Kecambah Sawit 2020 Meningkat, Berikut Daftar Produsennya Kredit Foto: Antara/Syifa Yulinnas

Pelaksanaan program Peremajaan Sawit Rakyat yang makin pesat turut mendorong penyaluran kecambah sawit oleh produsen. Saat ini di Indonesia, tercatat 19 produsen kecambah sawit: Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Socfin Indonesia, London Sumatera, Bina Sawit Makmur, Dami Mas Sejahtera, Tunggal Yunus Estate, Tania Selatan, Bakti Tani Nusantara, Sarana Inti Pratama, Sasaran Ehsan Mekarsari, ASD-Bakrie, PTPN IV, GSIP-Astra, Palma Inti Lestari, Aneka Sawit Lestari, Mitra Agro Servindo, Panca Surya Garden, AAR Indonesia, dan Timbang Deli.

Sepanjang tahun 2019, penyaluran kecambah sawit tercatat sebanyak 50.724.078 butir. Namun, pada tahun 2020 penyaluran kecambah sawit meningkat drastis menjadi 87.042.651 butir. Ketua Bidang Riset dan Peningkatan Produktivitas Gapki, Hasril Hasan Siregar, menjelaskan penyebab kenaikan tersebut.

Baca Juga: Riset: Biodiesel Sawit Paling Bisa Kurangi Emisi GRK

"Penyebab peningkatan volume penyaluran tersebut adalah program PSR yang mulai naik tahun ini dengan rekomtek sudah sekitar 95.000 ha, juga replanting oleh perusahaan dan petani yang tidak bergabung dalam PSR. Harga sawit yang naik sepanjang tahun 2020 juga membuat perusahaan punya budget untuk melakukan replanting. Mereka jadi semangat memperbaiki kebunnya, baik perusahaan maupun petani," terang Hasril Hasan Siregar.

Pada tahun 2019, lima penyalur kecambah sawit terbesar adalah PPKS sebanyak 16.951.159 butir (29,68 persen); Tunggal Yunus Estate 6.186.693 (12,86 persen); Socfindo 5.559.068 butir (11,56 persen); London Sumatera 5.053.267 (10,51 persen); dan Dami Mas Sejahtera (Sinar Mas) 4.670.285 butir (9,71 persen).

Sementara pada tahun 2020, penyaluran terbesar dilakukan oleh PPKS sebanyak 31.149.218 butir (35,79 persen); Bina Sawit Makmur (Sampoerna Agro) 11.338.255 butir (13,03 persen); Tunggal Yunus Estate (Asian Agri) 9.377.303 butir (10,73 persen); Socfin Indonesia 7.880.356 butir (9,05 persen); dan London Sumatera 5.148.225 butir (6,22 persen).

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini