Kemenkes Ungkap Partisipasi Masyarakat Diperlukan untuk Pengelolaan Limbah Medis

Kemenkes Ungkap Partisipasi Masyarakat Diperlukan untuk Pengelolaan Limbah Medis Kredit Foto: Antara/Didik Suhartono

Limbah medis selama pandemi menjadi hal yang perlu diperhatikan saat ini. Penggunaan masker yang sudah menjadi kebutuhan primer selama pandemi, tentu juga menghasilkan limbah usai penggunaan.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan perlu upaya dari semua pihak untuk pengelolaan limbah medis. Alasannya, limbah medis yang tidak dikelola dengan baik dapat berakibat buruk pada kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Efek Pandemi Sampah Rumah Tangga Naik 36%, Limbah Medis Sumbang Angka Tertinggi

"Karena itu diperlukan upaya holistik dalam pemberdayaan pengelolaan limbah medis," ujar Dante dalam Seminar Nasional Peduli Limbah Medis yang disiarkan secara online, Senin (15/2/2021).

Dante juga meminta agar masyarakat lebih peduli soal limbah medis.

"Seluruh masyarakat juga harus lebih peduli pengelolaan limbah medis terutama limbah masker bekas, karena masker bekas ini akan jadi sangat bertumpuk tiap hari," ujarnya.

Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sinta Saptarina juga menjelaskan sampah rumah tangga meningkat selama pandemi.

Limbah medis didakwa menjadi pendorong jumlah pertumbuhan sampah. Sementara, pengelolaan limbah medis seperti masker di rumah tangga belum maksimal.

"Masker dari rumah tangga itu masuk pengelolaan sampah spesifik, ada beberapa jenis yaitu sampah rumah tangga B3, ada juga yang B3 bukan limbah," kata Sinta.

Ia berharap pengelolaan untuk limbah medis seperti masker di tingkat RT dan RW dapat dikoordinasi lebih baik lagi.

"Dari masyakaat diharapkan dikumpulkan oleh Pemerintah daerah, lalu pemda mengelola sesuai aturan," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini