Emmanuel Macron: Pandemi Covid-19 dalam Tahap Genting

Emmanuel Macron: Pandemi Covid-19 dalam Tahap Genting Kredit Foto: Antara/Ludovic Marin/Pool via REUTERS

Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan pandemi virus corona berada di tahap yang “genting” karena varian baru virus corona.

Macron berbicara dari Paris dalam pertemuan virtual dengan beberapa pendiri “Access to COVID-19 Tools ACT Accelerator,” suatu kolaborasi global untuk mengakhiri penyakit itu.

Baca Juga: Pakar Nasehati Prancis untuk Segera Ambil Langkah Penguncian, Seberapa Parah?

“Kita berada dalam situasi yang sangat genting dan banyak negara kaya yang mengatasi pandemi ini berupaya melakukan vaksinasi, mengatur negara mereka guna melawan virus dan mutasi baru virus ini. Tetapi kita juga perlu memperbaiki penanganan virus ini di negara-negara berpendapatan rendah. Itulah sebabnya kita meluncurkan Inisiatif ACT-A yang sangat penting ini beberapa bulan lalu, agar ada akses global yang adil atas vaksin ini, tidak saja vaksin sebenarnya, tetapi juga perawatan, diagnosa dan juga perbaikan sistem kesehatan yang berbeda," papar Macron.

Access to COVID-19 Tools ACT Accelerator diluncurkan oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan organisasi-organisasi internasional lain pada bulan April 2020 untuk memberi akses yang setara pada pengujian medis, vaksin dan perawatan di negara-negara termiskin di dunia.

Macron menyerukan mereka yang tergabung dalam ACT-A untuk mendistribusikan vaksin pada negara berpendapatan rendah, dengan mengatakan jika tidak “maka akan memberi peluang” berkembangnya lebih banyak varian dan dalam beberapa bulan mendatang akan menimbulkan dampak pada negara-negara maju.

Awal bulan ini Macron melangsungkan pembicaraan telpon dengan Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus tentang isu-isu ini.

Macron secara khusus mendorong perusahaan-perusahaan farmasi untuk melakukan alih teknologi yang dapat membuat negara-negara berkembang memproduksi vaksin sendiri, yang akan membantu meningkatkan produksi global dan mengurangi biaya bagi negara-negara miskin.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini