Waduh, Asteroid Ini Akan Tabrak Bumi Bulan Depan!

Waduh, Asteroid Ini Akan Tabrak Bumi Bulan Depan! Kredit Foto: IStock/Romolo Tavani

Asteroid besar bakal melewati Bumi pada Maret 2021. Akan tetapi, manusia tak perlu cemas walaupun asteroid selebar Jembatan Golden Gate di Amerika Serikat (AS) itu akan meluncur melewati Bumi.

Batuan luar angkasa yang secara resmi disebut 231937 (2001 FO32), berdiameter sekitar 0,5-1 mil atau 0,8-1,7 kilometer, akan berada dalam jarak 2 juta kilometer dari Bumi pada 21 Maret, pukul 11:03 EST atau 23:03 WIB. 

Menurut database yang disebutkan Jet Propulsion Laboratory Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA), dikutip Minggu (14/2/2021), objek luar angkasa ini cukup dekat dan cukup besar untuk diklasifikasikan sebagai benda yang berpotensi berbahaya.

Baca Juga: Pajak Mobil Dipangkas, BPJS Dinaikkan: Indonesia Luar Biasa, Sangat Merakyat!

Baca Juga: Angkasa Pura II Serius Terapkan Konsep Eco-Friendly Airport

Sebuah asteroid diklasifikasikan sebagai berpotensi berbahaya, ketika orbitnya berpotongan dengan Bumi pada jarak tidak lebih dari sekitar 7,5 juta km, dan diameternya lebih besar dari sekitar 140 meter, menurut NASA Center for Near Earth Object Studies (CNEOS).

Asteroid kecil berjalan di antara orbit Bumi dan bulan beberapa kali dalam sebulan, dan fragmennya masuk dan pecah di atmosfer Bumi hampir setiap hari, menurut Planetary Defense Coordination Office (PDCO) NASA. 

Teleskop di New Mexico yang merupakan bagian dari program Lincoln Near-Earth Asteroid Research (LINEAR), mendeteksi asteroid pada 23 Maret 2001. Para ilmuwan menggunakan pengamatan ini untuk menghitung orbit asteroid dan menentukan seberapa dekat batu antariksa akan datang ke Bumi ketika melesat dengan kecepatan hampir 124.000 km per jam. 

Hingga 100 tahun ke depan, tidak ada asteroid yang diketahui menimbulkan risiko signifikan bagi Bumi. Ancaman terbesar yang diketahui saat ini adalah asteroid (410777) 2009 FD, yang memiliki peluang 1 dari 714 (kurang dari 0,2 persen) untuk menghantam Bumi pada tahun 2185.

NASA sedang mempelajari metode untuk membelokkan asteroid yang berpotensi bertabrakan dengan Bumi, seperti dengan menggunakan gravitasi pesawat ruang angkasa untuk perlahan-lahan menarik asteroid dari lintasannya ke jarak yang aman.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini