Laba Bersih OCBC NISP Tergerus 28% Efek Wabah Corona

Laba Bersih OCBC NISP Tergerus 28% Efek Wabah Corona Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Bank OCBC NISP membukukan laba bersih Rp2,1 triliun sepanjang 2020. Laba bersih ini turun 28%  dibanding 2019 yang sebesar Rp2,9 triliun. Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan di tengah tekanan kondisi ekonomi bank masih mencatatkan kinerja yang berkelanjutan.

“Pandemi Covid-19 banyak memberikan pelajaran bagi kami mulai dari keterbatasan mobilitas yang mendorong akselerasi digital hingga perubahan perilaku nasabah yang semakin sadar akan pengelolaan keuangan dan investasi,” kata Parwati di Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Baca Juga: Bank Urban, Siap Layani Kebutuhan Perbankan Jadi Lebih Mudah

Kinerja OCBC ditopang pendapatan bunga bersih sebesar sebesar Rp.6,82 triliun dan laba operasional sebelum beban cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp.5,25 triliun. Namun demikian OCBC NISP mencatatkan penurunan penyaluran kredit sebesar 3% dari Rp.119 triliun menjadi Rp.114,9 triliun.

“Adapun dana pihak ketiga (DPK) naik 26% menjadi Rp.159 triliun,”tegasnya. OCBC juga berhasil menjaga rasio NPL (non-performing loan) net yang tercatat sebesar 0,8% dan NPL bruto sebesar 1,9%, berada di bawah rata-rata NPL industri perbankan.

OCBC juga mencatat realisasi transaksi layanan digital sepanjang 2020. Parwati mengatakan kemudahan dan fleksibilitas untuk transaksi, menabung dan berinvestasi yang ditawarkan channel digital Bank OCBC NISP terutama pada saat pandemi disambut baik nasabah.

Hal ini  tercermin dari peningkatan jumlah maupun volume transaksi serta pengguna layanan. Pada layanan ONe Mobile untuk nasabah individu, terjadi peningkatan jumlah transaksi sebesar 58% (yoy), volume transaksi sebesar 92% (yoy), serta jumlah pengguna sebesar 41% (yoy).

“Nasabah juga semakin memperlihatkan kenyamanan dalam menggunakan ONe Mobile untuk berinvestasi di mana transaksi produk investasi yang dilakukan melalui ONe Mobile meningkat sepanjang tahun 2020,”pungkasnya.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini