Kehebatan Sawit Sebagai Penyedia Bahan Bakar Nabati untuk Dunia

Kehebatan Sawit Sebagai Penyedia Bahan Bakar Nabati untuk Dunia Kredit Foto: Antara/Aswaddy Hamid

Dalam dua dekade terakhir, pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) di banyak negara semakin popular. Environmental awareness seperti penghematan energi fosil (energy security), pengurangan emisi (climate change mitigation), dan pengembangan pertanian pedesaan menjadi faktor pendorong masifnya pengembangan biofuel tersebut.

Tujuan pengembangan biofuel tersebut semakin relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah diadopsi sebagai platform pembangunan dunia untuk periode 2015 – 2030. 

Baca Juga: Penguatan 3 Aspek Penting Industri Perkebunan Sawit

Saat ini, salah satu produk biofuel yang paling banyak dikembangkan yakni biodiesel. Produksi biodiesel di setiap negara tergantung pada ketersediaan bahan baku (feedstock) di negara yang bersangkutan.

“Namun melalui perdagangan dunia, industri biodiesel dunia memiliki kesempatan untuk menikmati dan menggunakan feedstock yang dianggap lebih kompetitif seperti minyak sawit,” seperti dilansir dari laporan PASPI Monitor.

Berdasarkan data USDA (2020), feedstock atau bahan baku biodiesel yang banyak digunakan oleh industri biodiesel global berturut-turut adalah minyak sawit, minyak kedelai, minyak rapa, minyak jelantah atau used cooking oil (UCO), tallow, coconut oil, dan lain-lain.

Peran minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel dunia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Data PASPI mencatat, volume minyak sawit yang digunakan oleh industri biodiesel global mengalami peningkatan dari 6,2 juta ton pada tahun 2015 menjadi 13,9 juta ton tahun 2020.

Pangsa minyak sawit dalam pasar feedstock industri biodiesel global juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni dari 23 persen menjadi 36 persen selama periode tersebut. Peningkatan pangsa minyak sawit dalam penyediaan bahan baku biodiesel dunia didorong karena keunggulan minyak sawit yakni harganya yang lebih kompetitif, volume pasokan relatif besar dan lebih stabil.

“Kehadiran minyak sawit dengan berbagai keunggulan seperti harga kompetitif, volume besar dan pasokan yang stabil sepanjang tahun, berpotensi untuk meredam potensi food-fuel trade-off,” seperti dilansir dari laporan PASPI Monitor.

Isu ini telah lama menjadi kehawatiran komunitas global, dimana peningkatan penggunaan minyak nabati sebagai bahan baku biodiesel akan mendorong terjadinya kenaikan harga pangan. 

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini