Gila! Pengadilan AS Pelan-pelan Korek Bukti Serbuan Capitol, Bukan Serangan Tiba-tiba, tapi...

Gila! Pengadilan AS Pelan-pelan Korek Bukti Serbuan Capitol, Bukan Serangan Tiba-tiba, tapi... Kredit Foto: Getty Images/Samuel Corum

Kuasa Hukum Trump, David Schoen, menyatakan keberatan jika sidang pemakzulan Trump digelar. Dalam argumen yang disampaikan selama empat jam, Schoen mengatakan, upaya pemakzulan yang diusulkan Partai Demokrat di Dewan Perwakilan itu penuh dengan kebencian karena mereka merasa akan kehilangan kekuasaan.

Selain itu, Schoen mengatakan sidang pemakzulan itu bisa berdampak merusak kepercayaan penduduk AS. Selain itu, dia juga mengatakan, upaya pemakzulan itu tidak sesuai Undang-Undang, karena Trump sudah tidak menjabat.

Sebelumnya, Trump menuduh ada indikasi kecurangan dalam Pemilihan Umum 2020, yang sayangnya, sampai saat ini tidak bisa dibuktikan.

Ketika peristiwa penyerbuan Gedung Capitol terjadi, Kongres tengah menggelar rapat untuk mengesahkan hasil Pemilu Presiden 3 November 2020. Alhasil, rapat itu harus ditunda dan dilanjutkan pada 7 Januari, dengan mengesahkan kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris dalam pemilihan presiden dan wakil presiden.

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini