Dikabarkan Alami Kendala, Tim Investigasi WHO Dibela Dubes China: Kami Selalu Terbuka...

Dikabarkan Alami Kendala, Tim Investigasi WHO Dibela Dubes China: Kami Selalu Terbuka... Kredit Foto: AP Photo/Ng Han Guan

Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian membantah pemberitaan Barat menyebutkan, peneliti khusus dari organisasi kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO) mengalami kendala saat ingin melakukan investigasi asal usul virus Corona di Wuhan.

Xiao Qian menegaskan, negaranya tidak pernah menghalang-halangi tugas WHO dalam mencari solusi untuk mengakhiri Covid-19.

Baca Juga: Bukti Terpampang Nyata, Jack Ma Cs Makin Dikekang Aturan China

Dia mengklaim, China adalah negara pertama yang paling cepat tanggap dalam melaporkan situasi terkini seputar pandemi dan pengembangan vaksin kepada WHO.

“Sejak merebaknya pandemi, pemerintah Tiongkok selalu bersikap terbuka, transparan, ilmiah, dan bertanggung jawab dalam kerja saKamimanya dengan WHO dan masyarakat internasional untuk memerangi pandemi," ujar Xiao Qian, dalam press briefing virtual, Selasa (9/2/2021).

Keputusan cepat Negeri Tirai Bambu ini, lanjutnya, justru menjadi lonceng peringatan agar seluruh negara bersiaga.

Demi menemukan jalan keluar dari pandemi ini, para ilmuwan China menyelenggarakan lebih dari 100 konferensi virtual dengan para ahli dari negara lain, membuka pusat pengetahuan online untuk berbagi pengalaman pencegahan dan pengendalian Covid-19 dengan semua negara. 

“Kami juga meluncurkan kampanye kemanusiaan darurat global terbesar sejak berdirinya China dengan memberi bantuan kepada lebih dari 150 negara dan 10 organisasi internasional, mengirim 36 tim medis ke 34 negara yang membutuhkan bantuan, dan memberikan dana kepada WHO dan Rencana Tanggap Kemanusiaan Global PBB," sambung Dubes yang pernah bertugas di Amerika Serikat ini.

Di akhir 2020, lanjutnya, China sudah menyediakan lebih dari 220 miliar masker, 2,25 miliar pakaian pelindung dan 1,02 miliar alat uji kepada berbagai negara seluruh dunia. China juga menjadi negara pertama yang berjanji menjadikan vaksin sebagai barang publik global.

"China sedang memberikan vaksin bantuan kepada 14 negara berkembang, termasuk Pakistan. Selanjutnya, bantuan vaksin akan diberikan kepada 38 negara berkembang lainya," tegasnya.

Negeri Panda ini juga sudah resmi bergabung dengan Covid-19 Vaccines Global Access (COVAX) dan sedang berkomunikasi erat dengan WHO dan sponsor lain untuk menjadikan vaksin sebagai barang publik global yang lebih mudah diakses dan terjangkau oleh negara-negara berkembang.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini