Merasa Rugi Karena Sanksi Amerika, Raksasa Teknologi China Ini Tempuh Jalur Hukum

Merasa Rugi Karena Sanksi Amerika, Raksasa Teknologi China Ini Tempuh Jalur Hukum Kredit Foto: KrAsia

Xiaomi menggugat Amerika Serikat (AS) agar lepas dari jerat Daftar Hitam di mana di dalamnya ada deretan nama perusahaan asal China.

Amerika menuding Xiaomi terhubung dengan militer China sehingga melarang para investor Amerika membeli saham di Xiaomi, berdasarkan laporanĀ CNBC Internasional, dilansir Senin (1/2/2021).

Pada Januari lalu, "Amerika Serikat menuduh Xiaomi sebagai salah satu dari sejumlah perusahaan yang terhubung dengan militer komunis China di bawah Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 1999."

Baca Juga: Waduh! Negara Ini Mau Larang Bitcoin dan Cryptocurrency Lain, Mengapa?

Baca Juga: Produsen HP China Ini Laporkan Pemerintah Amerika ke Meja Hijau, Ternyata Karena ....

Akibat hal itu, mantan Presiden AS, Donald Trump membatasi investor Amerika membeli saham atau sekuritas dari perusahaan yang terafiliasi dengan militer China.

"Xiaomi akhirnya mengajukan gugatan terhadap Departemen Keuangan dan Pertahanan di Pengadilan Distrik Columbia," tulis perusahaan di situs hubungan investornya pada Minggu (31/1/2021).

Tak hanya itu, Xiaomi menyebut AS bertindak tanpa landasan hukum; sehingga melanggar Amandemen Kelima Konstitusi AS.

Produsen HP asal Negeri Tirai Bambu itu juga mengatakan, "Larangan investor membeli saham akan menyebabkan kerugian yang tak dapat diperbaiki."

Dalam gugatannya, Xiaomi menyebutkan kerugian akibat pembatasan investasi AS ke perusahaan China. Dari merusak kapabilitas perusahaan dalam beroperasi, menumbuhkan, dan membiayai bisnis, hingga merekrut dan mempertahankan karyawan.

Xiaomi juga membantah tuduhan AS yang menyebut mereka sebagai kaki tangan militer China; tak ada entitas militer China yang mampu mengendalikan manajemen atau urusan perusahaan.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini