Tanggapi Putra Nababan, Jubir Sandiaga: Jangan Lebay Ah! Itu Jokes...

Tanggapi Putra Nababan, Jubir Sandiaga: Jangan Lebay Ah! Itu Jokes... Kredit Foto: Antara/BPMI Setpres/Muchlis Jr

Juru Bicara Sandiaga Salahuddin Uno, Kawendra Lukistian, menanggapi sindiran Anggota Komisi X Putra Nababan terhadap unggahan Sandiaga di media sosial. Menurutnya, Putra tidak perlu berlebihan menanggapi unggahan menteri pariwisata ekonomi kreatif tersebut.

"Seharusnya santai saja, enggak perlu baper, enggak perlu lebay ah! Itu sekadar jokes. Tapi karena menghargai teman-teman dewan, jadi sudah dihapus postingannya," kata Kawendra dalam keterangan tertulisnya kepada Republika.co.id, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: Sandiaga Uno Targetkan Sebanyak 244 Desa Wisata Maju dan Mandiri di 2024

Kawendra juga menjawab tudingan Putra yang menilai Sandi lebih sering bersosmed ketimbang melakukan kerja nyata. Ia mengatakan bahwa unggahan Sandi di media sosial merupakan bagian dari pekerjaan.

"Kemudian bila beliau sering mengunggah postingan di sosial media, tentu itu merupakan bagian dari pekerjaan dan komitmen beliau terhadap keterbukaan informasi. Ingat ini era 4,0, jadi masyarakat perlu tau apa saja yang dilakukan beliau sebagai menteri," tuturnya.

"Anda pun harusnya begitu jadi anggota DPR-RI lebih banyak postingan tentang apa yang dilakukan. Silakan introspeksi," imbuhnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR Putra Nababan bereaksi keras terhadap konten video yang diunggah Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno di akun Twitter dan Instagram Sandiaga @sandiuno beberapa waktu lalu. Menurut Putra, konten yang diunggah Sandi di media sosialnya tersebut dinilai telah menyindir Komisi X DPR lantaran menganggap sebagian anggota Komisi X tidak bisa bangun pagi dan lari pagi.

Diketahui bahwa unggahan tersebut kini telah dihapus. Meskipun demikian, politikus PDI Perjuangan tersebut meminta agar Sandi memberikan klarifikasi terkait unggahannya tersebut.

"158 ribu lebih masyarakat yang sudah membaca unggahan itu pasti berpikir anggota Komisi X tidak memenuhi undangan lari pagi dan tidak berkenan melihat langsung usaha ekonomi kreatif. Padahal, undangannya fiktif dan rekayasa saja. Jadi kebohongan publik ini harus diklarifikasi," kata Putra saat dikonfirmasi Republika, Rabu (27/1).

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini