Kacau-Balau, 130 Ribu Data Pengguna Facebook Indonesia Dijual Ilegal di Telegram!

Kacau-Balau, 130 Ribu Data Pengguna Facebook Indonesia Dijual Ilegal di Telegram! Kredit Foto: Unsplash/Mika Baumeister

Data pengguna Facebook bocor lagi. Kali ini, ratusan juta data pengguna Facebook yang jadi objek jual-beli ilegal di Telegram.

Chief Technical Officer Hudson Rock, Alon Gal menyebut, kasus kebocoran data--berupa nomor ponsel dan nama pengguna--itu terjadi sebagai akibat dari kebocoran data Facebook pada Agustus 2019.

"Pada awal 2020, peretas mengeksploitasi kerentanan yang memungkinkan peretas mengakses nomor telepon yang tertaut ke akun Facebook, membentuk basis data berisi informasi 533 juta pengguna di seluruh negara," jelas Gal, dikutip Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: Cara Buat NPWP Online

Baca Juga: Cara Buat Google Form, Gak Pakai Ribet!

Menurut Gal, peretas menggunakan bot di Telegram guna mencari tahu nama pengguna Facebook jika mereka telah mengantongi nomor telepon pengguna. Akun itu telah beroperasi sekiranya sejak 12 Januari 2021.

Selain itu, bagi pembeli yang telah tahu nama pengguna Facebook, bot akan membantu pencarian nomor telepon pengguna tersebut.

Untuk bisa mengakses data tersebut, orang yang berminat mesti membeli kredit seharga 20 dolar AS (sekitar Rp282 ribu). Tak hanya itu, peretas juga menjual data dalam nominal besar, yakni 5 ribu dolar AS (sekitar Rp70,4 juta) per 1.000 kredit.

Yang parah, basis data milik peretas itu memuat sekitar 130.331 data pengguna Facebook Indonesia.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini