Angin Segar Sektor Properti, Masyarakat Kini Tak Lagi Tunda Beli Rumah

Angin Segar Sektor Properti, Masyarakat Kini Tak Lagi Tunda Beli Rumah Kredit Foto: Brenoassis

Rumah.com kembali melansir Consumer Sentiment Study yang mensurvei minat serta opini lebih dari 1000 responden pencari rumah di Indonesia. Berbeda dari semester sebelumnya, jumlah pencari rumah yang mengaku menunda transaksi properti mulai berkurang dari sebelumnya 60% kini menjadi 52%.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan laporan ini menjadi angin segar di tengah perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah Jawa-Bali yang berdampak pada berbagai sektor termasuk properti.

Baca Juga: BTN: Vaksinasi jadi Angin Segar buat Sektor Properti

“Setelah mengalami penurunan pada awal pandemi, Sentiment Index pada semester pertama 2021 ini meningkat sebanyak 3 poin ke angka 73. Ini adalah posisi yang lebih baik bahkan dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Marine di Jakarta, Selasa (26/1/2021)

Temuan lainnya dari Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021 tersebut adalah 50% responden menyatakan untuk menghindari membeli hunian di klaster dimana penghuninya ada yang sudah berstatus positif Covid-19.

Angka ini merupakan kenaikan dibandingkan dengan hasil survei pada semester sebelumnya yang mencatat 40% responden menghindari hunian dengan penghuni yang sudah terinfeksi Covid-19.

“Temuan ini dapat menjadi indikasi semakin dekatnya lingkungan yang terpapar wabah, sehingga upaya edukasi untuk mengurangi kekuatiran yang berlebihan harus dilakukan oleh pemerintah dan industri terkait,” jelasnya.

Tantangan lain adalah adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah mempengaruhi bagaimana pencari rumah mendapatkan informasi tentang hunian yang akan dibeli termasuk ketika ingin melihat secara langsung unit idaman mereka.

Hal tersebut juga tercermin dari hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021 dimana 48% responden menyatakan kesulitannya melihat secara langsung unit hunian yang akan dibeli. Angka ini naik sebesar 3% dibandingkan survei pada semester sebelumnya.

“Selain itu 38% responden mengalami kesulitan atau keterlambatan untuk mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di masa pandemi seperti sekarang ini. Angka ini merupakan kenaikan sebesar 5% dibandingkan survei pada semester sebelumnya,” pungkasnya.

 

 

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini