Bidik Kredit 7,5%, OJK Andalkan Peran UMKM

Bidik Kredit 7,5%, OJK Andalkan Peran UMKM Kredit Foto: Antara/FOTO/Humas OJK/pras.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakin kredit perbankan tahun ini akan kembali pulih dan tumbuh di kisaran 7,5 plus minus 1 persen. Hal ini berbanding terbalik bila melihat pertumbuhan kredit perbankan di tahun 2020 yang terkontraksi - 2,41 persen.

Untuk mencapai target tersebut, regulator mengaku akan menggenjot kredit dan kontribusi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang lebih cepat pulih dari dampak Pandemi Covid-19 dibandingkan segmen korporasi.

"Kita tahu bahwa yang bangkit di 2020 dari masa pandemi di Juli 2020 itu UMKM terutama kita dorong dari berbagai insentif seperti subsidi bunga dan guarantee goverment. Disamling itu kita campaign ke UMKM-UMKM seluruh Indonesia dan pemerintah taruh dananya di bank yang berjumlah Rp66,9 triliun (tahun 2021) itu untuk UMKM," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Baca Juga: Berdasar Hal Ini, Bos OJK Yakin Keuangan Syariah Bisa Pulihkan Ekonomi Indonesia

Sementara untuk kredit segmen korporasi, menurut Wimboh, kondisi korporasi Indonesia belum sepenuhnya pulih dari dampak Pandemi Covid-19. Sebagaimana diketahui, Pandemi Covid-19 sukses membuat ekonomi Indonesia mengalami resesi. Pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi tercatat -5,32% dan triwulan III 2020 -3,49%.

"Korporasi setelah kita lihat belum fully recovery rata-rata masih 30-40% pulih. Meskipun PMI (Purchasing Managers’ Index) sudah 51% dan konsumsi mulai naik, tapi perusahaan korporasi dan komersial justru menurunkan balance kreditnya," tukasnya.

"Bahkan beberapa BUMN juga sama menurunkan balancenya sehingga kredit dari UMKM yang kita dorong belum bisa membalance kredit dari korporasi. Ini yang sebabkan kredit terkontrasi 2,41% tahun lalu," tambahnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini