4 Fakta Soal Investasi di Kalangan Milenial

4 Fakta Soal Investasi di Kalangan Milenial Kredit Foto: Freepik

Saat ini, ada beragam cara dalam berinvestasi. Apalagi, sejumlah platform digital yang membantu mendorong generasi milenial sadar akan pentingnya investasi.

Meningkatnya kasus penipuan investasi pun menandai meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia soal investasi.

Karena itulah, JakPat mencoba mendalami perspektif masyarakat tentang investasi, tipenya, serta bentuk penipuan seputar investasi dengan menggelar survei terhadap 1.355 responden pada 31 Juli-2 Agustus 2020.

Baca Juga: 4 Persepsi Masyarakat Soal Vaksin COVID-19

Baca Juga: Putra Mahkota Samsung Pasrah di Balik Jeruji Besi

Bukan sembarang responden, sebab JakPat membidik masyarakat dengan kriteria: (1) memiliki produk investasi; (2) perempuan/laki-laki berumur 20-44 tahun dengan teknik probability sampling. Berikut ini ringkasan survei JakPat tersebut:

1. Ada 3 tipe investor

Pertama, aggresive dependent alias pekerja dewasa muda atau mahasiswa tingkat akhir dari kelas ekonomi menengah ke atas. Mereka cenderung hidup di kota besar, seperti DKI Jakarta. Segmentasi ini memiliki ketertarikan tinggi terhadap investasi dan mengikuti tren-tren terbaru. Mereka berani mengambil risiko, tetapi lebih suka memilih sekelompok orang untuk mengelola investasinya.

Kedua, aggresive independent yang terdiri dari dewasa muda dan ibu rumah tangga kelas atas. Segmentasi investor tersebut berminat pada produk investasi konvensional seperti perhiasan, emas, dan properti. Namun, mereka juga mengambil risiko dengan berinvestasi reksa dana, saham, dan obligasi.

Ketiga, very conservative yang merupakan wanita dewasa yang berasal dari kelas menengah ke bawah. Mereka lebih cenderung memilih investasi emas dan tak berminat mengeksplorasi tipe-tipe investasi.

2. Produk investasi populer

Di kalangan responden, investasi emas (perhiasan, tabungan, batangan), properti, dan deposito menjadi produk investasi terpopuler. Sementara itu, investor aggresive dependent dan independent lebih menyukai saham dan reksa dana.

3. Pengembalian rendah VS pengembalian tinggi

Investasi dengan risiko rendah lebih responden sukai daripada investasi dengan pengembalian tinggi dan risiko tinggi.

4. Peran OJK dalam sektor investasi

Validasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap lembaga investasi bersifat penting; sebab, itu berkaitan dengan kepercayaan nasabah terhadap platform investasi.

Tak hanya itu, OJK juga berperan penting dalam mengatur sekaligus menyosialisasikan tentang investasi supaya masyarakat merasa aman ketika menanamkan modal mereka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini