Gelombang Tinggi Mengintai Perairan Indonesia, BMKG: Warga di Pesisir Waspada

Gelombang Tinggi Mengintai Perairan Indonesia, BMKG: Warga di Pesisir Waspada Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 23-25 November 2020.

Menurut BMKG, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Timur Laut-Tenggara dengan kecepatan berkisar 3-25 knot sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.  Baca Juga: Innalilahi... Ibu Pertiwi Dirundung Duka: 197 Bencana, Ribuan Orang Menjadi Korban

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Kep. Simeulue-Kep. Nias, Selat Sunda bagian Selatan, Laut Natuna bagian Utara, Laut Natuna, Laut Jawa bagian Barat. Kondisi ini mengakibatkan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Minggu, 24 Januari 2021.  Baca Juga: Waspada Bencana Hidrometeorologi Pada Puncak Musim Hujan

Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti Perairan Utara Sabang, Perairan Pimur P. Simeulue - Kep. Nias, Perairan Bengkulu, Teluk Lampung bagian selatan, Perairan Timur Lampung, Perairan Selatan Jawa-NTT, Perairan Kupang-Pulau Rotte, Selat Sumba bagian Barat, Selat Sape bagian Selatan, Laut Sawu, Samudra Hindia selatan Bali-NTT.

Kemudian di Laut Natuna, Perairan Anambas-Natuna, Perairan Kep. Subi-Serasan, Perairan utara Kep. Natuna Selat Karimata, Laut Jawa bagian barat, Perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud, Laut Maluku bagian utara, Perairan utara dan timur Kep. Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat-Papua, Samudra Pasifik utara Halmahera-Papua.

Gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,50-4,0 meter berpeluang terjadi di beberapa perairan Indonesia lainnya, di antaranya adalah Perairan barat Kep. Mentawai, Perairan P. Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Barat dan Selatan, Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia Barat Lampung, Perairan Selatan Banten, Samudra Hindia Selatan Jawa, Laut Natuna Utara.

"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," ungkap BMKG.

Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). 

"Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," imbaunya.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini