Lewat Program Inkubator, LPDB Dampingi 10 Startup

Lewat Program Inkubator, LPDB Dampingi 10 Startup Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Koperasi pemula memperoleh pendampingan dari program inkubator wirausaha Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB-KUMKM).

Dilaksanakannya program ini bertujuan untuk mendampingi koperasi pemula agar lebih maju. Program inkubator wisarausaha juga ditujukan kepada para pelaku UMKM baru, agar mereka lebih bergeliat baik dalam teknologi maupun operasionalnya.

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo menekankan, pemberian pendampingan kepada koperasi pemula yang memiliki potensi besar menjadi salah satu fokus utama pada 2021.

Baca Juga: Tak Semua Pelaku UMKM Kuliner Terdampak Pandemi Covid-19

Baca Juga: Februari, BUMN Ini Produksi 4 Juta Vaksin COVID-19

LPDB-KUMKM bekerja sama dengan 10 inkubator yang akan memberikan pendampingan kepada koperasi dan UMKM pemula. Masing-masing inkubator akan menangani 25 peserta. "Kenapa 10? Kami seleksi juga mereka ada program apa. Jadi, tidak asal saja," ucap Supomo dalam keterangan, Sabtu (23/1/2021).

Dalam proses seleksi inkubator, LPDB-KUMKM menyoroti beberapa poin penting. Di antaranya, legalitas yang jelas, program yang ditawarkan, pengalaman yang dimiliki, model bisnis yang ditawarkan, pola pelatihan, dan ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

Masing-masing inkubator akan diberi dana sekitar Rp 250-300 juta. Untuk proses inkubasi akan dilaksanakan kurang lebih sekitar satu tahun. "Itu model reimbursement terhadap berbagai aktivitas yang mereka lakukan," jelas Supomo.

Selain program inkubator wirausaha, LPDB-KUMKM juga memberikan pendampingan langsung kepada beberapa koperasi eksisting yang dinilai memiliki potensi besar. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, LPDB-KUMKM diharapkan tidak sekadar memberikan pinjaman, namun juga harus bisa membangkitkan potensi yang dimiliki koperasi.

Ia mengatakan, pihaknya akan melihat potensi yang dimiliki suatu koperasi. Jika sudah dinilai potensinya, LPDB-KUMKM membantu mengarahkan koperasi tersebut untuk dihubungkan ke market.

Menurut Supomo, pola kerja itu sudah dilakukan pada 2020 yang terbentuk melalui kerjasama antara LPDB-KUMKM dengan TaniHub. Dalam kerja sama itu, TaniHub berperan membantu pemasaran produk pertanian yang dihasilkan oleh koperasi.

Selain itu, Tani Hub juga akan membantu melakukan Quality Assurance untuk menjaga bahwa produk yang dihasilkan layak dipasarkan, baik melalui pasar ekspor, hotel, restoran, kafe, supermarket, maupun langsung kepada customer.

"Sementara peran LPDB-KUMKM adalah memberikan dukungan kepada koperasi berupa pinjaman/pembiayaan modal kerja pembelian produk pertanian kepada koperasi," ujarnya.

Yang pasti, sambung Supomo, koperasi yang bergerak pada bidang pangan memang menjadi fokus utama LPDB-KUMKM untuk diberikan pendampingan dalam rangka mendukung ketahanan pangan. "Dari sekian banyak koperasi pangan, pendampingan koperasi susu menjadi salah satu fokus utama," ungkapnya.

Masih tingginya impor susu menjadi alasan LPDB-KUMKM untuk fokus mendampingi koperasi susu. Impor susu nasional hingga saat ini mencapai 80 persen. Dalam prosesnya, LPDB-KUMKM memberikan pembiayaan kepada koperasi susu untuk keperluan pakan ternak dalam bentuk konsentrat.

"Diharapkan, dengan terbantunya modal petani untuk memenuhi pakan ternak dapat meningkatkan kualitas susu sekaligus memperbanyak volume produksi," pungkas Supomo.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini