Vaksinasi Diharapkan Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi

Vaksinasi Diharapkan Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Kredit Foto: Antara/M Agung Rajasa

Dalam laporan Bank DBS Indonesia berjudul “Regional Equity Outlook 2021: Taming Covid-19”  yang dirilis pada Desember 2020 lalu, diperkirakan hanya 38 persen populasi global yang akan mendapatkan vaksin pada akhir tahun 2021. Hingga 2022, populasi global diprediksi akan mencapai kekebalan kelompok setelah sekitar 70 persen penduduk divaksinasi.

Sementara itu, di Indonesia sendiri Presiden Joko Widodo telah menerima suntikan dosis perdana vaksin Covid-19, Sinovac pada Rabu lalu (13/01/2021). Penyuntikan vaksin terhadap orang nomor satu di Indonesia tersebut, menandakan program vaksinasi terhadap masyarakat luas telah dimulai.

“Mengingat besarnya  populasi dunia dan keterbatasan kapasitas produksi, tantangan logistik, distribusi, dan administrasi vaksin, proses vaksinasi akan membutuhkan waktu,” ujar Kee Yan Yeo, tim analis DBS dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Menurutnya, pemberian vaksin menjadi senjata utama untuk mengatasi Covid-19. Ada 61 kandidat vaksin yang sedang dalam tahap uji klinis. Sebagian vaksin telah mendapatkan izin penggunaan darurat di sejumlah negara, di antaranya vaksin buatan Moderna dan Pfizer-BioNTech.

Baca Juga: Vaksin Mandiri Bisa Percepat Pemulihan Ekonomi Indonesia

Di Indonesia sendiri, vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) oleh BPOM dan dilansir memiliki efikasi sebesar 65,3 persen.

Proses produksi dan distribusi vaksin akan menjadi tantangan besar berikutnya. Seberapa besar kapasitas produksi dan kemampuan mendistribusikan vaksin akan menentukan berapa lama waktu untuk vaksinasi hingga mencapai herd immunity atau masyarakat kebal virus. Sejumlah lembaga menyampaikan, kecepatan dan kemampuan setiap negara dalam vaksinasi Covid-19 ini akan berbeda-beda.

Dengan dimulainya vaksinasi di Indonesia, Kee Yan Yeo yang juga Ekonom Bank DBS memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali positif, tumbuh 4 persen tahun ini.

"Untuk memperbaiki ekonomi nasional, Indonesia tidak terlalu bergantung pada sektor pariwisata dan transportasi, namun membangkitkan kembali ekonomi domestik menjadi hal yang krusial,” jelas Kee Yan Yeo.

Melalui vaksinasi, dia berharap, pemerintah Indonesia tidak perlu mengulangi lagi pembatasan sosial secara ketat yang telah membuat banyak perusahaan babak belur selama periode pandemi.

"Selain vaksinasi, stimulus ekonomi dari Pemerintah dan Undang-undang Cipta Kerja diharapkan akan menjadi tambahan ‘vitamin’ bagi pemulihan ekonomi Indonesia," tutupnya.

Meski begitu, dia membeberkan, seperti yang disampaikan Bank Indonesia, vaksinasi saja tak cukup. Kombinasi ketaatan pada protokol kesehatan (jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker) tetap diperlukan dengan vaksinasi sebagai prasyarat bagi pemulihan ekonomi.

Ingat, terus terapkan gerakan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini