Awal Tahun, BI Rogoh Kocek Rp13,66 Triliun Buat Bantu APBN

Awal Tahun, BI Rogoh Kocek Rp13,66 Triliun Buat Bantu APBN Kredit Foto: Fajar Sulaiman

Bank Indonesia (BI) mencatat secara keseluruhan, jumlah pembelian Surat Berharga Negara dari pasar perdana hingga 19 Januari 2021 sebesarĀ  Rp13,66 triliun.

"Terdiri dari sebesar Rp9,18 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp4,48 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO)," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, BI melakukan pembelian SBN dari pasar perdana untuk pembiayaan APBN Tahun 2021 melalui mekanisme sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 16 April 2020 sebagaimana telah diperpanjang tanggal 11 Desember 2020 hingga 31 Desember 2021.

Adapun pada tahun 2020 BI telah melakukan pembelian SBN untuk pendanaan dan pembagian beban dalam APBN 2020 guna program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp473,42 triliun.

"Yang terdiri dari Rp75,86 triliun dan Rp397,56 triliun atas dasar Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia masing-masing tanggal 16 April 2020 dan 7 Juli 2020," tandasnya.

Selain itu, BI juga telah merealisasikan pembagian beban dengan Pemerintah atas penerbitan SBN untuk pendanaan Non Public Goods-UMKM sebesar Rp114,81 triliun dan Non Public Goods-Korporasi sebesar Rp62,22 triliun sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 7 Juli 2020.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini