Hore, Kondisi Global Bawa Dana Asing Rp6,49 Triliun Masuk Indonesia

Hore, Kondisi Global Bawa Dana Asing Rp6,49 Triliun Masuk Indonesia Kredit Foto: Unsplash/Viascheslav Bublyk

Ketidakpastian pasar keuangan global yang mulai mereda seiring dengan ekspektasi perbaikan perekonomian global, termasuk arah kebijakan fiskal Pemerintah AS yang baru, di tengah kondisi likuiditas global yang besar dan suku bunga yang tetap rendah membawa angin segar bagi negara berkembang. Pasalnya kondisi ini mendorong aliran modal asing kembali masuk ke emerging market termasuk Indonesia.

"Perkembangan ini kembali mendorong aliran modal ke negara berkembang dan menopang penguatan mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, baru-baru ini.

Bank sentral mencatat data transaksi 18-21 Januari 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik terjadi beli neto Rp6,49 triliun, dengan beli neto di pasar SBN sebesar Rp5,81 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp0,68 triliun.

"Berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto sebesar Rp16,00 triliun," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Sejalan dengan itu, premi CDS (Credit Default Swaps) Indonesia 5 tahun turun di 71,33 bps per 21 Januari 2021 dari 73,14 bps per 15 Januari 2021. Posisi ini mengindikasikan bahwa tingkat risiko berinvestasi di Indonesia menurun.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini